Kejari Depok Kembali Periksa Sejumlah Saksi Terkait Dugaan Korupsi di Damkar

Sandi Butar Butar, pengungkap dugaan korupsi di instansinya, saat mendatangi Kejari Depok. (dok. Boy Rivalino)

MONITOR, Depok – Tim penyidik dari Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok kembali memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok.

“Ya, ada sebanyak 10 orang yang terdiri dari 10 honorer Damkar sedang kami periksa sebagai saksi,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu, Selasa (25/05).

Kesepuluh saksi tersebut, adalah S selaku honorer Damkar UPT, NLR honorer Damkar UPT Tapos, K honorer Damkar UPT Tapos, dan AP, juga honorer Damkar UPT Tapos.

Kemudian, HA selaku Juru Padam Pos Cimanggis, SR Juru Padam Pos Cimanggis, KES Juru Padam Pos Cimanggis, H Juru Padam Pos Cimanggis, MAL Juru Padam Pos Cimanggis, dan AH, juga Juru Padam Pos Cimanggis.

“Kesepuluh honorer tersebut kami periksa sebagai saksi,” tegasnya.

Sehari sebelumnya, pada Senin (24/05), tim penyidik dari Seksi Pidana Khusus Kejari Depok,
juga telah memeriksa 10 saksi. Diantaranya HDAH selaku Direktur CV. Wahana Cahaya Sakti, RF (Direktur CV. Bina Mandiri Global), dan IS (Direktur CV. Giverindo Utama).

Kemudian, YAB (Penyedia), ASY (pihak CV. Ega Cipta Kreasi), HE (Direktur CV. Aditya), SH (Penyedia), AR (Juru Padam Pos Cimanggis), ATS (Juru Padam Pos Cimanggis), dan R (Juru Padam Pos Cimanggis)

“Mereka adalah 7 orang dari pihak penyedia barang dan 3 orang lagi pegawai honorer Dinas Damkar Kota Depok,” pungkas Herlangga.