Hadiah Lebaran, UIN SUKA Sabet Dua Prestasi Bergengsi

Icon UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

MONITOR, Yogyakarta – Mengawali hari kerja usai libur lebaran, UIN Sunan Kalijaga berhasil menyabet dua prestasi paling bergengsi dalam bidang pengelolaan jurnal internasional bereputasi dan akreditasi program studi. “Jurnal internasional “Al Jami’ah” mampu meraih predikat Quartile (Q1) Versi SCImago Journal Rank (SRJ).

Sementara, Prodi Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga berhasil meraih Akreditasi “Unggul” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal demikian disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Al Makin saat memberikan sambutan pada perayaan Idul Fitri yang dihadiri semua tokoh lintas agama di Indonesia, (18/5/2021).

Al Makin menjelaskan, dua prestasi tersebut merupakan impian setiap perguruan tinggi karena merupakan pengakuan terhadap mutu pengelolaan jurnal dan program studi. “Keduanya merupakan prestasi tertinggi dalam pengelolaan jurnal internasional dan pengelolaan program studi. Kami puas dengan prestasi ini karena kami raih dengan kerja keras dan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Ditempat terpisah, Editor-in-Chief Jurnal Internasional Al Jami’ah, Prof. Ratno Lukito menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih. “Prestasi ini menunjukkan bahwa jurnal Al Jamiah bukan saja mampu mempertahankan diri sebagai jurnal internasional bereputasi, tapi selalu meningkatkan prestasi, sejak 2014 hingga 2021 peringkatnya pun terus meningkat setingkat demi setingkat,” terangnya pada Humas UIN Sunan Kalijaga.

Profil Jurnal al Jami’ah
Prof. Ratno Lukito menjelaskan, Jurnal Al Jami’ah merupakan jurnal kajian keislaman yang tertua di Asia Tenggara yang terbit pertama kali tahun 1962. “Jurnal Al-Jami’ah pada awal terbit pada tahun 1962 telah memunculkan tulisan berbagai ahli kajian keislaman dan sosial humaniora seperti H. Abubakar Atjeh, Prof. Mahmoud Shaltut, Drs. Hasbullah Bakry, KH Syaifudin Zuhri, dan lain-lainnya. Bahkan terdapat juga tulisan dari pidato-pidato tokoh nasional seperti Ir. Soekarno, Dr. Soebandrio dan Ruslan Abdul Gani. Saat itu Al-Jami’ah disebut dengan Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam dengan pimpinan redaksi Drs. Kafrawi dengan pelindung Rektor Prof. Soenarjo”.

Dijelaskannya, tahun 2014 Jurnal Al-Jami’ah sudah terindeks Scopus. “Tahun 2014 Al Jamiah sebenarnya sudah terindeks Scopusm namun baru pada di level Q4. Saat itu, Al-Jami’ah merupakan jurnal pertama di lingkungan Kementerian Agama yang terindeks Scopus, bahkan yang pertama di Indonesia untuk area studi sosial humaniora. Untuk menjaga dan terus meningkatkan kualitas tulisan, Al-Jami’ah rutin menyelenggarakan seminar internasional dan naskah terpilih akan terbit di jurnal.

Sebagai hasilnya, peringkat Al-Jami’ah terus meningkat menjadi Q3 di bidang humaniora (tahun 2016) dan Q2 di bidang studi agama (2019). Dan tahun 2021, atas kerja keras dan dukungan semua pihak, jurnal Al-Jami’ah mendapatkan level Q1 Scopus pada area religious studies idengan SJR 0,161, demikian tegas Prof. Ratno Lukito.

Akreditasi Unggul Menjawab Kepercayaan Masyarakat
Sementara itu ditemui di tempat terpisah, Ketua LPM (Lembaga Penjaminan Mutu) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Fahri menjelaskan, akreditasi unggul ini merupakan jawaban atas kepercayaan masyarakat pada UIN Sunan Kalijaga.

“Kami melihat ada harapan besar dari masyarakat terhadap UIN Sunan Kalijaga. Survei yang dilakukan menunjukkan agar lulusan UIN Sunan Kalijaga diharapkan berkontribusi besar kepada kemajuan masyarakat. Masyarakat sering melihat ukuran keberhasilan perguruan tinggi dilihat dari kiprah alumni. Hal ini dapat dimaklumi karena pendidikan tinggi diharapkan memberi nilai pada masyarakat. Prestasi Akreditasi Unggul ini menjawab harapan dan kepercayaan masyarakat tersebut, sebab kiprah alumni menjadi salah satu dari indikator keberhasilan perguruan tinggi saat proses asesmen lapangan untuk mendapat akreditasi unggul,” paparnya.

Namun demikian, Fahri menambahkan mutu perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kiprah lulusannya. “Mutu perguruan tinggi bisa dilihat dari konsistensi pelaksanaan tolok ukur atau standar mutu. Perguruan tinggi diwajibkan memenuhi standar mutu secara nasional dan diharapkan melewati standar nasional itu sendiri. Evaluasi pelaksanaan standar mutu oleh eksternal perguruan tinggi dilakukan secara periodik oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melalui apa yang kita kenal dengan Akreditasi Program Studi versi 4.0 dan Akreditasi Perguruan Tinggi versi 3.0,” jelasnya.

Itu sebabnya, pihaknya sudah sejak lama mempersiapkan diri untuk akreditasi Unggul. “Sejak 2019 kami sudah menyiapkan prodi-prodi untuk mengikuti Akreditasi Unggul ini. Setidaknya ada 21 Prodi yang sebelumnya A disiapkan untuk menuju akreditasi unggul,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan meraih akreditasi unggul ini menunjukkan dimulainya era baru penjaminan mutu di lingkungan UIN Sunan Kalijaga. “Keberhasilan program studi Sastra Inggris meriah akreditasi Unggul menandai dimulainya era baru penjaminan mutu UIN Sunan Kalijaga.Hal ini juga menunjukkan konsistensi bekerja UIN Sunan Kalijaga untuk mewujudikan visinya yang unggul dan terkemuka dalam kemajuan peradaban,” tutupnya.