Waduh! Puskesmas di Depok Tolak Antar Pasien Stroke Pakai Ambulans

Puskesmas Beji Timur Kota Depok

MONITOR, Depok – Puskesmas Beji Timur Kota Depok menolak mengantarkan seorang pasien menggunakan mobil ambulans ke RSUD Depok. Penolakan itu diduga lantaran pasien yang menderita stroke tersebut dinilai bukan warga Kelurahan Beji Timur.

Padahal, menurut Roy Pangharapan, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), pihak yang mendampingi pasien ke Puskesmas Beji, mengatakan pasien tersebut benar-benar membutuhkan ambulans.

“Tadi pasien bu Jamilah dibawa oleh bu Amnah dan relawan DKR ke Puskesmas Beji Timur. Tapi oleh petugas diarahkan ke Puskesmas Beji, sesuai faskesnya. Padahal Puskesmas Beji tutup, libur lebaran,” kata Roy dalam keterangan resminya yang diterima MONITOR, Sabtu (15/05).

“Kami pertanyaan untuk apa itu mobil ambulans ada di Puskesmas, tetapi tidak bisa menolong warga,” sambungnya melanjutkan.

Dijelaskan Roy, mesti sudah meminta tolong untuk dapat diantarkan ke RSUD Depok lantaran kondisi pasien tidak memungkinkan menggunakan angkot, namun petugas di Puskesmas Beji, tetap tidak mau mengantarkan.

“Ya relawan DKR sempet minta tolong agar (pihak) Puskesmas mau antar pasien menggunakan ambulans, tapi mereka menolak dengan berbagai alasan,” tegas Roy.

Untuk itu Roy mengatakan, demi keselamatan pasien, pihaknya pun berusaha mencari ambulans ke sebuah yayasan di Kota Depok. Ambulansnya pun didapatkan, dengan tarif Rp.300.000.

“Alhamdulillah, ada ambulan yayasan yang bersedia antar pasien dengan membayar Rp.300.000. Atas kejadian ini, kami pun mengaku kecewa terhadap layanan Puskesmas Beji Timur.”

“Dan, dalam waktu dekat ini kami berencana melayangkan surat protes ke Pemerintah Kota Depok,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, MONITOR belum menerima keterangan resmi terkait peristiwa tersebut, meski sudah mengirimkan konfirmasi ke Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok.