Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
MONITOR, Jakarta – Aksi kekerasan militer Israel terhadap sipil Palestina di bulan suci Ramadan kemarin, tepatnya di Masjidil Aqsa, menuai kecaman dari banyak pihak. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga ikut mengutuk agresi militer Israel.
Menurut AHY, aksi kekerasan yang dilakukan Israel jelas melukai seluruh umat beragama di seluruh dunia terutama umat Islam.
“Saya mengecam keras tindakan anarkis pasukan bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa, serta serangan-serangan yang terus dilancarkan Israel kepada warga Palestina. Cara kekerasan, sampai melukai warga sipil yang tidak bersenjata, bahkan sedang beribadah sangat menyakiti kita semua, khususnya umat Islam,” kata AHY dalam keterangan tertulisnya.
Mendapati konflik antara Israel dan Palestina ini, AHY pun menyerukan seluruh elemen agar menahan diri. Meski dia mengakui tindak anarkis Israel jelas tidak bisa dibenarkan.
“Atas nama kemanusiaan dan hukum humaniter internasional hal ini tidak bisa dibenarkan. Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri,” imbuh AHY.
AHY menyatakan solusi damai antara dua negara tersebut, hanya bisa terwujud dengan cara-cara damai. “UUD 1945 menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa, tidak terkecuali bagi bangsa Palestina,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch…
MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menerima penghargaan _“The…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad…
MONITOR, Jakarta — Menjelang berakhirnya Program Magang Nasional Batch 2 pada 23 Mei 2026, Kementerian Ketenagakerjaan…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab…
MONITOR, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman berkolaborasi dengan Menteri…