Hadapi Krisis, Anis Matta: Indonesia Butuh Narasi yang Menyatukan

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora), Anis Matta

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora), Anis Matta, mengatakan bangsa Indonesia saat ini membutuhkan sebuah narasi bersama yang menyatukan, bukan justru memperdalam pembelahan di masyarakat. 

Narasi bersama itu, kata dia, seperti ketika masyarakat Indonesia bersatu saat memperjuangkan kata ‘merdeka’ pada masa kemerdekaan dulu.

“Jadi dari pengalaman masa lalu dan melihat konstelasi geopolitik hari ini, yang dibutuhkan adalah satu model blending politik baru yang berbasis pada pendalaman arah baru bagi negara kita,” kata Anis Matta dalam diskusi Moya Institute bertajuk ‘Prospek Poros Islam dalam Kontestasi 2024’ secara daring di Jakarta, Jumat (7/5/2021). 

Pendalaman arah baru tersebut, ia sebut sebagai arah baru masa depan Indonesia, sehingga semua masyarakat bisa berkolaborasi dan bersatu mencapai tujuan yang sama.

“Saya ingin sebut arah sejarah baru. Situasinya mirip dengan situasi kita menjelang kemerdekaan, kita perlu satu kata yang menyatukan kita,”  katanya. 

Anis Matta menilai politik identitas termasuk pembentukan Poros Islam pada Pemilu 2024 mendatang, bukan solusi dari masalah yang ada. Hal itu justru hanya akan memperdalam pembelahan di masyarakat yang sudah terjadi sejak dua Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu. 

Ia pun menilai wacana tersebut harus dikaji ulang, karena akan membuat kelompok-kelompok kecil di masyarakat semakin banyak, serta bisa merusak rumah besar bangunan Indonesia yang terdiri dari berbagai ras, suku bangsa dan agama.

“Menurut saya ada soal yang jauh lebih signifikan daripada sekadar ide Poros Islam. Ide ini menurut saya hanya akan memperdalam pembelahan yang sedang terjadi di masyarakat,” katanya.