Tsunami Covid di India, Haedar Nashir: Harus jadi Peringatan Serius

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir

MONITOR, Jakarta – Kasus keramaian di kawasan pusat perbelanjaan di Jakarta beberapa waktu lalu menyita perhatian banyak kalangan. Masyarakat memadati pusat perbelanjaan menjelang hari raya Idul Fitri sehingga membeludak.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menilai fenomena tersebut lumrah dan menjadi ciri khas masyarakat di negeri ini ketika menyambut Hari Raya. Akan tetapi, menurutnya hal tersebut menjadi tidak normal dan mengkhawatirkan karena saat ini pandemi Covid-19 belum juga reda.

“Kasus India yang mengalami gelombang besar corona fase kedua bahkan menjadi kecemasan dunia, sampai banyak negara menutup kunjungan dari negeri Asia Selatan tersebut,” kata Haedar Nashir dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).

Selain India, Malaysia juga menyusul mengalami lonjakan Covid-19 yang tinggi. Apalagi dengan informasi adanya Covid-19 varian baru.

Dikatakan Haedar, apabila penularan Covid-19 meningkat lagi, baik di dunia maupun di Indonesia, maka akan semakin berat beban kehidupan yang harus ditanggung bersama.

“Kondisi ini perlu menjadi peringatan serius semua pihak, termasuk warga masyarakat di negeri ini. Harap diingat, setahun wabah Covid-19 dampaknya sangat luas, tidak kecuali dampak ekonomi,” ungkap Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

Apalagi, disebutkan dia, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 27,55 juta orang. Setahun pandemi yang berjalan, orang miskin di Indonesia bertambah 2,76 juta.
Menurut Haedar, masalah ini bukanlah hal yang sederhana. Beban hidup masyarakat semakin menderita dan serba berkekurangan dan keterbatasan, hanya untuk memperoleh sesuap nasi setiap hari pun sungguh berat, meski mendapat bantuan sosial.