PENDIDIKAN

Peringati Hardiknas, KBRI Tokyo Beri Penghargaan kepada Siswa dan Guru Berprestasi

MONITOR, Tokyo – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menggelar sejumlah acara dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021.

Acara diawali dengan upacara bendera di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), dan dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Tokyo Nuning Akhmadi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Yusli Wardiatno, Ketua Komite Sekolah Causa Iman Karana yang juga Kepala Bank Indonesia Tokyo, serta Kepala Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Saidan pada Minggu (2/5).

Pada kesempatan ini, Nuning Akhmadi, menyampaikan pesan kepada para siswa Indonesia, untuk terus berprestasi setinggi-tingginya di perguruan tinggi.

“Jangan pernah pernah berhenti belajar, karena belajar bisa dilakukan di mana saja,” tuturnya.

Hardiknas tahun ini di Tokyo dimeriahkan pemberian penghargaan kepada sepuluh siswa/alumni berprestasi yang diterima di perguruan tinggi terbaik di Jepang dan Indonesia, delapan insan peduli pendidikan, serta satu orang guru yang mempunyai kontribusi terbaik pada kegiatan akademik dan nonakademik SRIT selama setahun terakhir.

Selain itu sejumlah lomba juga digelar, seperti lomba cerdas cermat, merangkai puzzle, menggambar, mewarnai, dan kuliah tiga menit (kultim). Rangkaian kegiatan Hardiknas yang bertepatan dengan Ramadan juga dimeriahkan dengan penampilan lagu-lagu religi oleh siswa-siswi SRIT.

Kepala Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Saidan, selaku pembina upacara juga menyampaikan pesan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, untuk Bergerak Serentak Wujudkan Merdeka Belajar.

“Merdeka Belajar merupakan turunan konsep yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara, sang Pahlawan Pendidikan Nasional,” katanya.

Senada dengan itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Yusli Wardiatno, mengatakan tema yang diangkat “Bergerak Serentak, Wujudkan Merdeka Belajar” sangat tepat dan sejalan dengan konsep Ki Hajar Dewantara.

“Menurut saya esensi dari perjuangan Ki Hajar Dewantara adalah bahwa pendidikan haruslah mampu memerdekakan akal dan pilkiran manusia dalam mengembangkan imajinasi kemampuan menjelajah dunia ilmu dan pengetahuan sehingga dapat membentuk insan dengan kemampuan daya kreatifitas dan daya cipta inovasi yang bermanfaat bagi keberlanjutan kehidupan manusia,” pungkas Yusli.

Recent Posts

Prof Rokhmin: Bantuan Ayam Petelur Harus Jadi Modal Awal Kemandirian Usaha

MONITOR, Cirebon - Bantuan ayam petelur kepada kelompok ternak harus menjadi modal awal untuk membangun…

7 menit yang lalu

Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membawa sejumlah peluang kerja sama internasional dari hasil…

2 jam yang lalu

Menteri UMKM: KUR Jadi Instrumen Perluasan Akses Modal Produktif UMKM

MONITOR, Bali – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa Kredit…

6 jam yang lalu

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

20 jam yang lalu

Akademisi Ilmu Komunikasi Soroti Celah Pengawasan Pemilu di Era Digital

MONITOR, Konawe - Digitalisasi pemilu tidak otomatis menjamin integritas suara. Tanpa transparansi data, verifikasi berjenjang,…

1 hari yang lalu

IPW Dukung Kapolri Perkuat Layanan Publik, Dorong Akses Langsung ke Kapolda dan Kapolres

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Kapolri Jenderal Suyudi dalam memperkuat pelayanan…

1 hari yang lalu