IPB: Kementan Punya Cara Cerdas dalam Meningkatkan NTP NTUP

Mentan SYL

MONITOR, Jakarta – Guru Besar IPB, Prof. Muhammad Firdaus menyebut bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) sudah memiliki pijakan yang sangat tepat, juga pijakan yang sangat cerdas dalam mengimplementasiman strategi peningkatan NTP 2021-2024.

Pijakan itu, kata Firdaus adalah 5 Cara Bertindak atau yang lebih dikenal dengan sebutan (5CB). Menurutnya, 5CB adalah representasi dari keberhasilan berbagai peningkatan produksi. Termasuk strategi model bisnis closed loop yang biasa mendukung program koorporasi petani, kampung horti, Geratieks dan lainnya.

Perlu diketahui, 5CB adalah pedoman Kementan dalam membangun sektor pertanian maju, mandiri dan modern, juga dalam mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki dengan kemandirian nasional dan lokal.

Secara singkat, CB1 adalah meningkatkan produksi melalui pemanfaatan lahan rawa, CB2 melakukan diversifikasi pangan lokal, CB3 penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, CB4 pengembangan pertanian modern dan CB5 adalah gerakan tiga kali ekapor (Geratieks).

“Bahkan saya melihat untuk mengurangi food losses strateginya ada di CB3. Kenapa? karena di indonesia itu biasanya terjadi penolakan pasar,” katanya.

Bagi Firdaus, peningakatan NTP dan NTP bisa dilakukan dengan menjalankan 5CB. Apalagi NTP adalah indikator penting, terutama untuk mengintensifkan seberapa besar pengeluaran dan pemasukan yang terjadi di lapangan.

Secara umum, ia melihat NTP dan NTUP selalu berada dalam posisi yang selalu naik. Walaupun sempat ada penurunan karena hambatan pandemi dan panen yang banyak seperti rilis BPS pada periode April lalu.

“Tapi secara keseluruhan saya melihat sudah sangat baik,” tutupnya.

Sebelumnya sektor pertanian pada kuartal 1 tahun 2021 mengalami pertumbuhan positif, yakni sebesar 2,95 persen. Pertumbuhan ini tak lepas dari pertumbuhan subsektor tanaman pangan yang mencapai 10,32 persen atau naik 2 digit dari perkembangan angka sebelumnya. Begitupun dengan subsektor hortikukultura yang tumbuh sebesar 3,02 persen dan disusul subsektor peternakan sebesar 2,48 persen.

Disisi lain, kontribusi share sektor pertanian sangat positif, yakni sebesar 13,70 persen yang dihitung pada tahun 2020 dan diperkirakan masih akan tumbuh positif pada tahun berikutnya.