Anies Ajak Anak Buahnya Nobar Film Pulau Plastik

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menghadiri nobar film Pulau Plastik

MONITOR, Jakarta – Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengajak anak buahnya di jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat untuk bisa menonton bersama-sama film garapan Dhandy Dwi Laksono dan Rahung Nasution.

Pasalnya film yang berjudul Pulau Plastik tersebut menggugah kesadaran masyarakat terkait residu dari gaya hidup kita semua. Salah satunya, penggunaan plastik sekali pakai.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh pihak yang telah berhasil membingkai persoalan lingkungan dengan pendekatan jurnalisme investigatif yang menyeluruh ke dalam sebuah karya film. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menonton film ini. Harapannya, terbangun kesadaran, sehingga dapat menggerakkan kita mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” ujar Anies usai menonton Film Pulau Plastik didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Bioskop CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (5/5).

Anies juga berharap, melalui nobar yang diikuti jajaran Dinas LH Provinsi DKI Jakarta dan Kepala Pasar akan semakin memberikan gambaran bagaimana ke depan pengelolaan sampah di Ibu Kota.

“Film ini juga akan memberikan gambaran terkait pengelolaan sampah di Jakarta ke depan. Maka dari itu, kami mengajak Dinas LH, karena mereka yang mengawasi dan mengelola sampah, lalu mengajak para Kepala Pasar karena di pasar-pasar lah salah satu tempat utama penghasil sampah plastik,” tegasnya.

Kata Anies, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah memberlakukan pelarangan penggunaan kantong belanja berbahan plastik atau sekali pakai mulai 1 Juli 2020. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

“Selain itu, kami di Jakarta peduli terhadap isu lingkungan bukan hanya pemerintahannya, tetapi juga warganya, terutama, terkait residu plastik sekali pakai. Contohnya, adanya bank sampah, baik di kelurahan maupun yang diinisiasi swasta,” pungkasnya.