Penembakan Brutal di Papua, Bamsoet: Negara Tidak Boleh Tunduk!

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: Monitor.co.id

MONITOR, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengutuk aksi radikal penembakan dan pembunuhan yang dilakukan KKB Papua terhadap Kabinda Papua, prajurit TNI dan Polri hingga warga sipil.

Tak hanya itu, sejumlah rumah warga sipil juga dibakar dan bangunan publik termasuk sekolah serta properti rakyat juga dimusnahkan.

Menyikapi hal ini, politikus yang akrab disapa Bamsoet ini menegaskan dirinya tidak akan menolerir pengkhianatan yang dilakukan oleh segelintir oknum pemberontak. Ia menyatakan negara harus hadir dan tidak boleh tunduk.

“Saya tidak akan menarik pernyataan saya. Tugas saya memberi semangat. Bukan menjadi pengkhianat. Negara tidak boleh tunduk,” tegas Bamsoet, dalam keterangan tertulisnya.

“Penembakan dan pembunuhan terhadap Kabinda Papua, sejumlah prajurit TNI-Polri, pembunuhan warga sipil hingga pembakaran sekolah, rumah, dan properti lain milik masyarakat Papua, tidak boleh lagi terjadi,” imbuhnya lagi.

Sebagaimana diketahui, Kabinda Papua Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha Kabupaten Puncak, Papua. Kala itu, dia tengah melakukan observasi lapangan dalam rangka pemulihan keamanan di wilayah tersebut pasca penyerangan yang dilakukan oleh KKB.

Menurut Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, Brigjen Danny meninggal sekitar pukul 15.50 WIT. Baku tembak persisnya terjadi di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.