Aksi Pemberian Bingkisan oleh Wakil Walikota Depok Tuai Kritik

Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKB, Babai Suhaimi (Foto: Boy Rivalino)

MONITOR, Depok – Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKB, Babai Suhaimi, mengkritik aksi pemberian bingkisan dan dokumen kependudukan kepada sejumlah pasien yang dilakukan Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono, di RSUD Depok, dalam rangka Hari Jadi ke-22 Kota Depok, Selasa (27/04/2021).

Pasalnya, kegiatan resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tersebut dinilai telah disusupi aksi politis oleh Imam Budi Hartono, dengan memberikan sejumlah buku miliknya berjudul “Anak Sopir Angkot Jadi Wakil Wali Kota”.

Untuk diketahui, “Anak Sopir Angkot Jadi Wakil Wali Kota” merupakan sebuah buku autobiografi (riwayat hidup pribadi) Imam Budi Hartono, sehingga menjadi wakil wali kota Depok.

“Saya sangat setuju (pemberian bingkisan dan dokumen kependudukan) itu dilakukan, agar hari ultah (Kota Depok) itu ada nilai bagi masayakrat,” kata Babai kepada MONITOR, Kamis (29/04).

“Namun yang saya tidak setuju adalah kenapa harus dibarengi dengan pemberian buku yang notabene isinya itu tentang pribadinya pak wakil wali kota sendiri, buku cerita tentang dia, apa motivasinya,” sambung Babai melanjutkan.

Babai mengatakan, pada kegiatan tersebut, Imam Budi Hartono semestinya menjalankan tugasnya dengan baik sebagai wakil wali kota Depok. Artinya, tidak menyusupi kegiatan tersebut dengan pembagian buku.

“Jadi, laksanakan lah tugas dengan baik, jangan susupi kegiatan pemerintahan dengan nilai-nilai politik, dengan hal yang berbau politik praktis. Ingat, beliau (Imam) seorang wakil wali kota, aparatur pemerintahan, jalankan itu, jangan jalankan tugas sebagai ketua partai,” tegasnya.

Menurut Babai, pada momen saat seorang ibu melahirkan, hendaknya, Imam selaku wakil wali kota Depok memberikan motivasi terhadap pasien tersebut. Terlebih, saat ini masih masa pandemi.

“Seharusnya, berikan lah susu, atau berikan motivasi terhadap ibu tersebut, karena saat ini dalam suasana pandemi. Jadi bukan buku yang di jejelin. Dalam kondisi dia baru saja merasakan sakit, bahagia karena anaknya (baru lahir), yang tepat adalah pemberian untuk anaknya dan si ibunya, bukan buku,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menanggapi kritikan yang dilontarkan Babai Suhaimi tersebut. Menurutnya, pemberian buku yang dilakukan itu tidak lain sebagai motivasi terhadap pasien.

“(Yang diberikan) itu ada bingkisan juga dari RSUD, sudah ketahuan isinya kan. Jadi, kalau buku hanya tambahan saja. Ya kali selama di rumah sakit butuh bacaan, bisa dibaca buku itu. Mudah-mudahan menjadi motivasi dalam mendidik anak.”

“Kan ayah ibu saya mendidik saya dengan latar belakang ekonomi yang kurang. Mudah-mudahan menjadi motivasi untuk orang tuanya mendidik anaknya apapun kekurangan ekonominya gitu (tidak ada tujuan lain, selain sebagai motivasi),” pungkasnya.

Seperti diketahui, guna memeriahkan Hari Jadi ke-22 Kota Depok, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok memberikan bingkisan kepada sejumlah pasien yang sudah diperbolehkan pulang dan melahirkan. Ada enam pasien yang mendapatkan bingkisan tersebut.

Dari ke enam pasien tersebut terdiri dari empat pasien yang sudah selesai dirawat dan dua pasien melahirkan. Sementara bingkisan yang diberikan berisi berbagai item.

“Isi dari bingkisan tersebut ada handuk, tumbler, payung, masker medis dan kain, handsanitizer, tisu basah serta leaflet kesehatan,” kata Direktur RSUD Kota Depok, Devi Maryori, dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, Kamis (29/04).

Devi menjelaskan, pasien melahirkan juga diberikan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran dan juga Kartu Identitas Anak (KIA). Dokumen tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono.

“Alhamdulillah, seluruh dokumen anak yang lahir hari ini sudah diserahkan langsung oleh bapak Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono,” pungkasnya.