POLITIK

MPR Minta Pelaksanaan PSU di Kalsel Kedepankan Persatuan

MONITOR, Jakarta – Anggota MPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, kembali mengingatkan pentingnya mengutamakan nilai persatuan dan kesatuan.

Hal itu diungkapkan oleh Aboe Bakar Alhabsyi saat menanggapi pelaksanaan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Kita harus kedepankan persatuan dan kesatuan saat pelaksanaan pemungutan suara ulang yang akan dilakukan di Kalimantan Selatan. Hal ini penting untuk diingatkan dalam upaya menjaga keamanana dan suasana kondusif di Kalimantan Selatan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (10/4/2021).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Habib itu menyampaikan bahwa PSU adalah keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang harus dihormati.

“Soal PSU ini adalah putusan MK yang harus kita hormati dan kita laksanakan. Hal ini adalah bagian dari proses demokrasi di Indonesia. Disini diperlukan kedewasaan kita dalam berbangsa dan bernegara, yaitu dengan sikap terus menjaga kerukunan diantara para warga, itu adalah nilai penting dari pilar kebangsaan,” ujarnya

Memang, Habib mengakui, setiap PSU memiliki potensi pergesekan antar kelompok masyarakat di lapangan.

“Namun saya memiliki keyakinan bahwa warga banua akan selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan di atas persoalan apapun, termasuk Pilkada ini,” kata Anggota Komisi III DPR RI itu.

Ketua MKD DPR RI itu meminta agar semua pihak menahan diri dari tindakan yang provokatif atau tindakan yang berpeluang memicu konflik akibat PSU ini. 

“Kesadaran semua pihak penting sekali, untuk menempatkan PSU ini tidak terlalu berlebihan. Kita laksanakan PSU ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga Kalsel akan tetap aman dan kondusif sepanjang pelaksanaan PSU,” ungkapnya.

Recent Posts

IPW Adukan Dugaan Intimidasi dan Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI ke Bareskrim

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim Advokasi dan Bantuan Hukumnya mengadukan dugaan…

7 jam yang lalu

STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Menuju Ekosistem Pendidikan Berdampak

MONITOR, Pandeglang - Pendidikan Islam dinilai perlu bergeser dari paradigma pembelajaran yang sekadar berorientasi pada…

8 jam yang lalu

Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

MONITOR, Tangsel - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.H.,…

11 jam yang lalu

Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif untuk Tekan BPIH 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam…

14 jam yang lalu

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat…

17 jam yang lalu

Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi…

18 jam yang lalu