Kementan Akan Terus Tingkatkan Kinerja Unit Pelaksana Teknis

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian, Nasrullah

MONITOR, Jakarta – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah mengatakan, sesuai mandat Undang Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah bertanggung jawab terhadap penyediaan benih dan bibit yang diperlukan oleh masyarakat.

Maka, ia menilai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbibitan diharapkan mampu menghasilkan benih dan bibit sesuai target. Hal ini untuk mendukung peningkatan populasi dan target penyediaan daging, susu dan telur, sebagai sumber protein yang diprediksi meningkat setiap tahunnya.

Atas hal itu, ia memastikan akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja UPT binaan Ditjen PKH Kementan setiap tahunnya. Namun, ia juga berharap ada dukungan dari Menteri PPN/Bappenas dalam penguatan infrastruktur dan penambahan nilai asset UPT ini secara bertahap setiap tahunnya.

“Tentunya kami akan mendorong kinerja UPT binaan kami agar terus meningkat setiap tahunnya dalam menghasilkan bibit yang berkualitas,” kata Nasrullah dalam sambutannya di kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Jumat (9/4).

Ia memberikan contoh UPT yang berkontribusi positif dalam menghasilkan bibit berkualitas adalah Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mangatas.

Menurutnya, BPTU-HPT Padang Mangatas juga telah membantu masyarakat dan pelaku usaha dalam mendukung peningkatan populasi dan produktivitas daging sapi nasional dengan menghasilkan bibit yang berkualitas.

“Sebagai salah satu UPT penghasil bibit sapi Nasional, BPTU-HPT Padang Mengatas berkontribusi penting dalam menghasilkan bibit berkualitas yang diperlukan oleh masyarakat dan pelaku usaha,” tambah dia.

Ia menjelaskan, selama 5 tahun terakhir BPTU-HPT Padang Mengatas telah menghasilkan produksi bibit sapi yang baik, dari betina maupun pejantan yang telah didistribusikan ke masyarakat peternak dan pemerintah daerah (Pemda).

Rinciannya, penjantan (sebagai bull) telah didistribusikan sebanyak 100 ekor ke beberapa wilayah. Seperti, Balai Inseminasi Buatan (Lembang dan Singosari) dan BIB Daerah yaitu Sumatera Utara, Ungaran, Lampung, Sulawesi Selatan, Bengkulu, Medan dan Sumatera Barat (sebagai penghasil semen beku).

“Sedangkan bibit sapi betina, utamanya didistribusikan ke provinsi yang berada di wilayah pulau Jawa dan Sumatera,” imbuh Nasrullah.

Untuk itu, harus ada pengembangan dari Balai ini ke depannya. Misalnya, diharapkan bisa menjadi wadah untuk membina masyarakat, sekaligus meningkatkan pertumbuhan sosial dan ekonomi daerah. Selain sebagai pengembangan perbibitan sapi berbasis padang pengembalaan dengan dukungan teknologi dan sinergi dengan konsep Agro Edu Wisata.

Lebih lanjut, Nasrullah memaparkan, sejatinya tidak hanya BPTU-HPT Padang Mangatas yang berhasil berkontribusi positif. Ia menyebut ada 10 UPT lingkup Ditjen PKH yang berhasil menghasilkan benih dan bibit yang berkualitas.

Ada 3 UPT penghasil benih yang berkontribusi baik, yaitu semen beku dan Embrio (BBIB Singosari, BIB Lembang dan BET Cipelang). Kemudian, ada 7 UPT penghasil bibit, yaitu BBPTU-HPT Baturaden (bibit sapi dan kambing perah), BPTU-HPT Padang Mengatas (sapi), Indrapuri (sapi), Siborong-Borong (babi dan kerbau), Sembawa (sapi dan ayam), Pelaihari (itik, sapi, dan kambing), dan Denpasar (sapi bali).

Diharapkan Bisa Dibangun UPT Baru

Nasrullah menyampaikan, saat ini dari 10 UPT Perbibitan Ditjen PKH baru terwakili di Pulau Sumatera, Jawa, Bali-Nusra, dan Kalimantan. Hal ini membuat cakupan UPT terbatas dalam penyediaan kebutuhan bibit ternak, dan menciptakan kantong kantong sumber bibit baru pada lokasi potensi basis pengembangan sapi di wilayah Indonesia Timur.

“Untuk itu, kami berharap dapat membangun UPT perbibitan nasional di setiap Pulau utamanya di Daerah Indonesia Timur, seperti di Pulau Sulawesi dan Papua,” ujar Nasrullah.

Ia berharap, dengan terbentuknya UPT perbibitan di wilayah tersebut, penyediaan bibit sapi dapat berkelanjutan dan pengembangan sapi di wilayah Indonesia Timur bisa berkembang dengan baik. Karena, wilayah Indonesia Timur memiliki potensi lahan dan pakan yang sangat baik.

Ditempat terpisah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan agar Unit Pelaksana Teknis dapat lebih optimal dalam mengelola sapi unggul untuk mendukung program pemerintah dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan. Harapannya meningkatkan populasi ternak menuju swasembada protein hewani.

Nasrullah menambahkan, selain fasilitas pembangunan UPT Perbibitan nasional, diharapkan juga ada pemenuhan fasilitas dasar yang menjadi urusan daerah, melalui DAK berupa pembangunan UPTD, Puskeswan, Lab Kesehatan Hewan dan Lab Pakan daerah. Hal ini untuk memperkuat pelayanan dasar yang diperlukan oleh peternak.