Jokowi Minta BMKG Aktif Gencarkan Peringatan Cuaca Ekstrem

Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi akibat cuaca sangat ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Indonesia. Pesan ini disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas yang digelar pada Selasa, 6 Maret 2021 kemarin.

Dimana, selama satu pekan terakhir, cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Seroja telah dirasakan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami dampak paling besar.

Akibatnya, cuaca ekstrem tersebut memicu terjadinya bencana banjir bandang dan longsong di kedua wilayah tersebut. Jokowi pun meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk masif menggencarkan peringatan cuaca ekstrem ini.

“Saya minta untuk BMKG untuk menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat dari Siklon Tropis Seroja ini. Pastikan seluruh kepala daerah dan masyarakat dapat mengakses, memantau prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan oleh BMKG,” kata Jokowi.

“Mereka harus tahu semuanya, sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaannya untuk menghadapi ancaman risiko, baik itu angin kencang, bahaya banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” sambungnya lagi.

Sebagaimana diketahui, dalam rapat terbatas ini dihadiri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, serta Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.