Ma’ruf Amin: Potensi Keuangan Syariah Harus Dimanfaatkan Optimal

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin

MONITOR, Jakarta – Pemerintah saat ini telah berupaya agar berbagai program pada empat fokus utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berjalan dengan baik. Hal demikian disampaikan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, dalam acara IDX Channel Sharia Fair 2021 secara virtual.

Ma’ruf menyatakan potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia harus dimanfaatkan dengan optimal. Diantaranya yakni pengembangan industri produk halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengembangan dana sosial syariah, dan pengembangan serta perluasan kegiatan usaha syariah.

Untuk pengembangan industri produk halal, Ma’ruf menjelaskan pemerintah telah membangun kawasan industri halal Cikande Industrial Estate di Serang, Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo, Jawa Timur dan lain-lain.

“Kawasan industri halal ini diharapkan dapat memberikan keseluruhan pelayanan produk halal dalam satu atap (one stop service),” kata Ma’ruf Amin.

Sedangkan untuk pengembangan industri keuangan syariah, kata Ma’ruf, pemerintah telah melakukan penggabungan tiga bank syariah milik Himpunan Bank Negara (Himbara) yakni BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Dari sektor pengembangan dana sosial syariah, pemerintah telah melakukan upaya transformasi pengelolaan wakaf melalui Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU),” terangnya.

Untuk fokus pengembangan usaha bisnis syariah, pemerintah juga mendorong pembentukan inkubasi-inkubasi bisnis dan kemitraan dengan usaha besar, penyediaan lembaga-lembaga keuangan syariah mikro-untuk membantu pembiayaan usaha-usaha syariah, pembinaan dan peningkatan skala usaha mikro kecil, serta akselerasi digitalisasi usaha syariah.