Senin, 6 Desember, 2021

Banjir Bandang di Flores Timur: 44 Orang Meninggal, 256 Mengungsi

MONITOR, Jakarta – Jumlah korban banjir bandang di Flores Timur, NTT, terus bertambah. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (5/4) pukul 05.00 WIB, sebanyak 44 orang meninggal dunia dan 256 jiwa mengungsi di sejumlah lokasi. Sementara itu, 24 orang masih dalam pencarian (hilang).

“Data sementara mencatat 256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Ia menambahkan, korban yang luka-luka telah mendapatkan perawatan medis. Banjir bandang disertai longsor di Flores Timur dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu pukul 01.00 WITA. Delapan desa di empat kecamatan terdampak akibat bencana tersebut.

Kedelapan desa tersebut yaitu Desa Nelemadike dan Nelemawangi (Kecamatan Ile Boleng), Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang (Adonara Timur), Desa Oyang Barang dan Pandai (Wotan Ulu Mado), dan Desa Duwanur, Waiwadan dan Daniboa (Adonara Barat).

- Advertisement -

BPNB mencatat sebanyak 17 rumah hanyut dan 60 unit terendam lumpur. Lima jembatan di daerah tersebut juga putus. BPBD setempat masih terus melakukan pendataan.

“BPBD Kabupaten Flores Timur menginformasikan akses utama melalui penyeberangan laut, sedangkan kondisi hujan, angin dan gelombang membahayakan pelayaran kapal. Di sisi lain, evakuasi korban yang tertimbun lumpur masih terkendala alat berat,” pungkas Raditya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER