KAUB MUI: Terorisme Bukan Jalan Kejihadan Melainkan Sebuah Kejahatan

Tangkapan Layar Video Serpihan dan Jenazah Seorang yang diduga pelaku aksi bunuh diri di depan Gereja Katedral

MONITOR, Jakarta – Komisi Kerukunan Antarumat Beragama (KAUB) MUI Pusat bersama tokoh lintas agama angkat bicara terkait peristiwa teror yang kembali terjadi di tanah air. Melalui pernyataan sikap tertulisnya, KAUB menegaskan bahwa “Terorisme Bukan Jalan Kejihadan Melainkan Sebuah Kejahatan”.

Pernyataan sikap ini dikeluarkan KAUB MUI Pusat bersama tokoh lintas agama, yakni : KH. Dr. Yusnar Yusuf (Ketua MUI Pusat), KH. Abdu Manan A. Ghani (Wasekjen MUI Pusat), Pdt. Gomar Gultom, M.Th (Ketum PGI), Pdt. Dr. Albertus Patty MA M.ST (Gereja Kristen Indonesia), Romo Antonius Benny Susetyo (Rohaniawan Katolik), Romo Agustinus Heri Wibowo (Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI), KRHT P Astono Chandra Dana S.E., MM, MBA (Rohaniawan Hindu/Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia [PHDI] Pusat), MPU. Suhadi Sendjaja (Ketua Umum Parisadha Budha Dharma Niciren Syosyu Indonesia [NSI]), Ws. Liem Lilianny Lontoh, S.E., M.Ag. (Ketua Hubungan Antar Lembaga dan Lintas Agama MATAKIN, Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, M.Ag (Ketua Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat), dan Dr. H.M. Zainuddin Daulay, M.Hum (Sekretaris Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat.

“Di tengah bangsa Indonesia berjuang melawan Covid 19, kelompok teroris berulah kembali. Mereka melakukan peledakan di depan Gereja Katedral Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Hal demikian membuat kita sebagai umat beragama yang mengemban misi kesejukan dan kedamaian kecewa. Persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) dan persaudaraan sesama warga negara (ukhuwah wathaniyah) yang kita bangun bersama telah dikoyak oleh oknum yang merasa paling benar dalam menjalankan ajaran agama,” tulis KAUB melalui pernyataan tertulisnya, Jum’at (2/4/2021).

Komisi Kerukunan Antarumat Beragama (KAUB) MUI Pusat bersama para tokoh lintas agama selalu mengajak dan mendorong terciptanya kerukunan antarumat beragama di Indonesia. “Kami terus berupaya agar solidaritas sesama umat manusia terjaga dan peradaban luhur yang diridhai Tuhan Yang Maha Kuasa tercipta. Bagi kami, tindakan terorisme bukan hanya bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan melainkan juga bisa menghancurkan peradaban Indonesia dan peradaban dunia,” jelasnya.

Setelah dicermati secara seksama, para tokoh lintas agama mengecam keras tindakan terorisme yang terjadi di Gereja Katedral Makassar dan sikap sebagai berikut:

1. Mengutuk dan mengecam keras peristiwa teror bom di Gereja Katedral Makassar.

2. Terorisme tak dapat dibenarkan sekalipun diacukan pada argumentasi teologis-keagamaan. Terorisme bukan jalan ke-jihad-an melainkan sebuah kejahatan. Karena itu, aparat keamanan dan para penegak hukum tak perlu ragu untuk menindak pelaku terorisme.

3. Menghimbau seluruh masyarakat Indonesia termasuk umat beragama untuk tenang, tidak panik, dan tidak takut. Kuatkan semangat kerukunan, persaudaraan dan persatuan antar-umat beragama dengan tetap waspada pada upaya adu-domba yang mengarah kepada kebencian antar-umat beragama.

4. Mendukung dan mendorong pemerintah dan aparat keamanan untuk segera mengungkap pelaku teror dan melumpuhkan jaringan terorisme di Indonesia agar  kejadian serupa tak terjadi di masa-masa yang akan datang.