Forum e-Warong Kube PKH Gelar Rembug Virtual KPMPreneur

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong digitalisasi UMKM ditengah pandemi.

Peserta webinar Rembug Virtual KPMPreneur yang diadakan Forum e-Warong Kelompok usaha bersama Program keluarga harapan Kota Bekasi/ dok; istimewa

MONITOR, Bekasi – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Bekasi ke- 24 dan menyemarakkan Hari Perempuan Internasional 2021, Forum e-Warong Kelompok usaha bersama Program keluarga harapan Kota Bekasi mengadakan acara Rembug Virtual dengan mengusung tema “KPMPreneur Berdikari di Tengah Pandemi” pada Rabu, 31 Maret 2021.

Ketua Pelaksana, Angga Laksana Tubagus menyampaikan, acara ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menghidupkan pengembangan komunitas wirausaha sosial dan  KPMpreneur (keluarga penerima manfaat yang sudah memiliki usaha) dengan memberikan gambaran trend, tantangan, dan peluang berwirausaha di tengah pandemi.

Hadir secara daring para narasumber, diantaranya Wiwiek Hargono Tri Adhianto selaku Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi, Mirah Ayu selaku Kepala Bagian Komunikasi dan Humas SMESCO Kementerian Koperasi & UKM RI, Satia sriwijayanti selaku Sekretaris Dinas Koperasi & UKM Kota Bekasi dan Sofiah Prilestari selaku Ketua Pemberdaya Penggerak Indonesia Sejahtera Kota Bekasi. Acara dimoderatori oleh Ena Rodiah selaku Pekerja Sosial Profesional Kota Bekasi serta dihadiri oleh Ibu-bu Keluarga Penerima Manfaat  dan Pendamping sosial PKH Kota Bekasi.

Dalam uraiannya sebagai keynote speaker, Wiwiek Hargono menyampaikan bahwa seorang entrepreneur harus mempunyai mindset wirausaha diantaranya, beretika jujur, berkomitmen, amanah, hati-hati, selalu meningkatkan kualitas diri dan keseimbangan dunia akhirat, serta yang terpenting adalah selalu bahagia. Ia juga menambahkan perempuan adalah insan yang tangguh dan mampu menopang keluarga serta berkontribusi bagi pembangunan dengan bermodalkan kemandirian psikologis, kemandirian ideologis atau karakter, dan kemandirian spiritual.

Satia Sriwijayanti selaku Sekretaris Dinas Koperasi & UKM Kota Bekasi menyampaikan tentang komitmen Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi dalam memajukan UMKM. Salah satu program yang diberikan kepada UMKM binaan berupa program bantuan produktif usaha mikro, pelatihan digital marketing, serta upaya menyusun perda dengan mewajibkan 30% tempat penjualan publik diisi oleh UMKM lokal serta mendisplay atau mepromosikan produk-produk UMKM di videotrone.

“Setiap warga Kota Bekasi berhak untuk mendaftarkan diri untuk menjadi binaan UMKM Kota Bekasi cukup dengan membawa dokumen adminitrasi berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Studi Kelayakan Bisnis (SKB) dan Nomor Induk Berusaha (NIB),” ujar Satia.

Kemudian dalam forum itu, Ketua Pemberdaya Penggerak Indonesia Sejahtera (PEPES) Bekasi, Sofiah prilestari, membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi pelaku UMKM untuk bergabung bersama Pengurus Pemberdayaan Penggerak Indonesia Sejahtera (PEPES) Kota Bekasi. Menurutnya, menjadi komunitas wirasuaha sosial adalah bukan semata mata provit oriented tapi bagaimana kita juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kabag humas dan komunikasi SMESCO Indonesia, Mirah Ayu, memberikan informasi untuk pengembangan usaha agar pelaku usaha bisa mengembangkan usaha mereka dengan membuat perizinan usaha melalui situs https://oss.go.id/portal/ yang bisa diakses online untuk membuat NIB (Nomor Induk Berusaha).

Ia menambahkan jika pelaku usaha sudah memiliki izin usaha, mereka bahkan dapat melakukan ekspor-impor ke/dari berbagai negara dan mendapatkan sejumlah fasilitas untuk mendukung pengembangan usaha mereka. Sebagai Owneer moiirashop dirinya juga menambah tentang pentingnya menggunakan media digital seperti media sosial untuk menjadi saluran pemasaran usaha.

“Banyak trik dan srategi yang dapat digali agar usaha kita tetap eksis dan bertahan melalui saluran media sosial,” imbuhnya.