Cegah Kasus Pelecehan Seksual Terulang, Anies Bentuk Tim Khusus

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan rupanya khawatir kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan Kepala BPBJ DKI, Blessmiyanda, merebet kemana-kemana. Anies lantas membentuk tim khusus pelaporan kasus pelecehan seksual di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Bagi jajaran di lingkungan Pemprov DKI yang mengalami pelecehan, jangan ragu untuk melaporkan kasus yang dialaminya. Badan Kepegawaian Daerah telah diinstruksikan membentuk unit pelaporan khusus untuk menangani kasus pelecehan,” ujar Anies.

Anies juga memastikan Pemprov DKI Jakarta menempatkan perlindungan terhadap pelapor sebagai prioritas utama. Pendampingan psikologis dan hukum diberikan kepada pelapor di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta, bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“Kami memastikan pelapor mendapatkan perlindungan, pendampingan dan pemulihan. Segala prosedur tersebut akan dijalankan sesuai panduan yang berlaku dari DPPAPP dan P2TP2A,” tegasnya.

Disisi lain, Anies juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas keberanian pelapor untuk mengungkapkan dugaan pelecehan seksual yang dialami, dan memastikan serta menjamin perlindungan terhadap diri pelapor.

dengan tegas, Anies menyatakan tidak ada toleransi terhadap tindakan asusila di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, serta keadilan akan ditegakkan terhadap setiap pelanggaran.

“Sikap kami di Pemprov DKI jelas bahwa kami tidak akan menolerir perbuatan-perbuatan asusila yang mencederai nilai-nilai dan integritas Pemprov DKI, dan juga melanggar sumpah jabatan untuk menjunjung tinggi martabat PNS. Maka, izinkan kami juga mengucapkan apresiasi kepada pelapor atas keberaniannya mengungkap kasus ini dan kami pastikan akan menjalankan pemeriksaan dengan tuntas dan adil,” pungkasnya.