Wow! Pengrajin Ini Sulap Limbah Kayu Jadi Barang Bernilai Fantastis

MONITOR, Batang – Limbah kayu tak selalu harus dibuang, tapi dapat diolah kembali menjadi barang bermanfaat dan bernilai jual. Seperti halnya yang dilakukan kreator jam tangan kayu, Nur Faisal Edi Nugroho, Desa Wora Wari Kecamatan Subah Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng).

Dia mengungkapkan, jam tangan buatannya awalnya berbahan limbah kayu jati sisa pembuatan mebel. Bahan bakunya diperoleh dari para perajin mebel yang banyak terdapat di wilayah Subah. Kini, jam tangan kreasinya banyak yang dibuat dari kayu selain jati, sesuai permintaan para konsumen.

“Akhirnya produk mulai dikenal, hingga banyak konsumen yang menghendaki jam tangan berbahan dasar kayu sonokeling, mepel, glugu dan sawo, untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi,” katanya kepada wartawan, belum lama ini.

Nur menjelaskan, proses produksi jam tangan produknya itu dimulai dari pemilahan bahan, pemotongan, perakitan mesin hingga pengepakan.

Menurutnya, per hari ia mampu menghasilkan lima unit jam tangan. Jam tangan kayu tersebut dijual dengan rentang harga bervariasi, tergantung pada bahan bakunya.

Untuk Jam tangan berbahan kayu dengan kombinasi kulit sapi, lanjut dia, dijual dengan harga Rp250 ribu, sedangkan jam yang seluruh bahannya berupa kayu dijual seharga Rp350 ribu hingga Rp500 ribu.

Selain itu, ada pula jam tangan pesanan khusus dengan diameter dan model yang berbeda. Jam tersebut dibanderol dengan harga Rp750 ribu.

Bagi para peminat jam kayu dengan merek OWA Watch, kata Nur, bisa membeli langsung di lokasi pembuatan (workshop) atau memesan secara daring, baik lewat pasar digital atau melalui aplikasi Whatsapp.

Menurutnya, penjualan jam tangan secara daring telah dilakukannya sejak 2019 dengan omzet per bulan mencapai 80 unit. Sayangnya, selama pandemi Covid-19, penjualannya turun hingga 50 persen dengan nilai penjualan mencapai Rp15 juta per bulan.

“Buat yang mau pesan online bisa melalui aplikasi mobile marketplace Shoppee, Tokopedia. Bisa juga lewat instagram OWA_Watch atau OWA Katalog serta WattsApp 0852 2914 6175,” terangnya.

Pria yang berprofesi sebagai guru olahraga SMA tersebut mengharapkan, pembuatan jam tangan tangan kayunya bisa mengurangi limbah. Pihaknya juga berharap bisa membuka pasar ekspor ke negeri jiran.

“Sasarannya pingin mengekspor sampai ke Singapura, Malaysia dan Jepang,” harapnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang, Subiyanto mengutarakan, produk jam tangan kayu tersebut itu merupakan contoh dari industri kreatif yang berkembang di wilayahnya.

“Konsumen harus memesan karena bentuk, ukuran dan lainnya memerlukan ketelitian dalam proses pembuatannya, apalagi ukuran tangan tiap orang kan berbeda. Bentuk dan warnanya klasik, jadi digemari banyak orang. Saya juga sudah pesan tinggal nunggu dikirim saja,” tuturnya.