Usaha Rempah Khas Timur Indonesia Berkembang Pesat Berkat Pertamina

Usaha Olahan Rempah Khas Timur Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kekayaan rempah di berbagai wilayah Nusantara sangat melimpah jumlahnya. Melihat keuntungan ini, banyak usaha mikro dan kecil (UMK) binaan Pertamina yang memanfaatkannya menjadi produk olahan dengan nilai jual tinggi. Sehingga bisa mengangkat khazanah rempah dari masing-masing sekaligus menjadikan UMK tersebut lebih kompetitif dan naik kelas.

Salah satu mitra binaan yang menjadikan rempah sebagai bahan utama produknya adalah Irmawati A. Husen. Pemilik usaha Ifamoy yang berbasis di Jalan Bali Bunga, Kelurahan Tabona, Ternate, Maluku Utara ini memanfaatkan kekayaan rempah timur Indonesia menjadi aneka macam produk.

“Kami memproduksi olahan kenari seperti selai kenari, kopi kenari dan snack kenari, olahan pala seperti abon pala, nastar pala, teh pala dan lainnya,” ujar Irma.

Usaha yang digeluti sejak tahun 2007 ini lamban laun menunjukkan perkembangan yang positif. Pada awal memulai bisnis, Irma hanya menitipkan produknya di warung-warung kecil sekitar rumahnya. Perlahan tapi pasti, modal pun terus bergulir hingga saat ini ia memiliki pelanggan tetap di berbagai wilayah di Indonesia. Seperti wilayah Maluku Utara sendiri, Ambon, Sumatera, Jakarta, dan daerah besar lainnya.

Pesatnya kemajuan bisnis Ifamoy semakin terlihat jelas kala ia memutuskan bergabung menjadi mitra binaan Pertamina pada 2020 lalu. Berkat bantuan modal yang diterima, ia bisa melipat gandakan produksi kopi kenari yang semula 100 cap/ hari menjadi 10x lipat hingga 1000 cap setiap harinya. 

Kenaikan produksi yang berkali lipat ini pun berimbas pada omzet yang didapatkan. Jika sebelum menjadi binaan Pertamina, Irma mampu mengantongi pendapatan sebesar Rp20 juta tiap bulan. Kini pendapatannya bisa mencapai angka Rp60 juta setiap bulan.

“Sungguh banyak perubahan besar terjadi pada usaha saya setelah menjadi binaan Pertamina. Karena banyak program dan pendampingan yang bagus,” imbuhnya.

Irma merasa, dengan perkembangan bisnis ini maka harus lebih banyak warga sekitar yang turut merasakan manfaatnya. Akhirnya, ia pun memberdayakan para pekerja yang merupakan ibu rumah tangga dan para wanita yang memiliki tingkat pendidikan rendah. Hal ini sebagai implementasi SDGs poin ke 8 yakni menyediakan pekerjaan layak dan mendukung perekonomian, sekaligus penerapan ESG dibidang sosial.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina akan terus mendukung pengembangan produk-produk lokal agar lebih mendunia. Terutama pemanfaatan rempah-rempah yang melimpah di Indonesia.

“Semua ini harus kita jaga dengan cara mendampingi UMK yang bergerak dibidang tersebut agar terus berkembang dan mampu naik kelas hingga kancah global,” tuturnya.

Menurut Agus, melalui Program Kemitraan ini, Pertamina ingin dapat senantiasa menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

“Pertamina akan mendukung para UMK Indonesia agar lebih berdikari dengan pendampingan intensif yang kami berikan hingga UMK mampu naik kelas,” pungkasnya.