HUKUM

Pengamat Sebut Pengungkapan Skandal Jiwasraya Harus dari Hulu ke Hilir

MONITOR, Jakarta – Perkara Jiwasraya harus diakui sangat menyedot perhatian publik Indonesia setahun terakhir ini. Dari perusahaan pelat merah tersebut terungkap kerugian negara mencapai Rp16 triliun lebih.

Pengembangan kasus pun terus dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga sekarang. Sebelumnya telah diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi telah memvonis enam terdakwa yang dinyatakan terbukti menyebabkan kerugian keuangan negara dari Jiwasraya.

Di antara keenam terdakwa tersebut, nama Benny Tjokro merupakan sosok yang paling mengemuka dan perannya dianggap sentral dalam terjadinya kerugian keuangan negara dari Jiwasraya.

Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas), Yusuf Wibisono, mengungkapkan bahwa Benny Tjokro hanyalah oknum kecil dari skandal Jiwasraya yang terjadi. Untuk itu, menurut Yusuf, pengusutan kasus Jiwasraya harus dilakukan dari hulu ke hilir.

“Yang harus ditarik itu lebih penting adalah kepala-kepalanya, siapa dulu Menteri BUMN-nya sewaktu Jiwasraya terbelit keuangannya, siapa saja grup-grup raksasa yang berbisnis dengan Jiwasraya selain Benny, isunya itu ada juga Grup Bakrie dan Mayapada kan,” ungkapnya kepada media, Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Yusuf mengatakan, apakah memang keterlibatan seorang Benny Tjokro mampu menjebol keuangan negara hingga rugi Rp16 triliun lebih dari Jiwasraya tanpa pengawasan dari pemangku kepentingan.

“Hal itu yang rada aneh sebenarnya. Jika saja pejabat negaranya waktu itu ketat mengawasi, masa iya Direksi Jiwasraya akan bisa berbisnis yang berisiko merugikan keuangan negara?,” katanya.

Oleh sebab itu, Yusuf berharap, perkara Jiwasraya jangan sampai terkesan formalitas hukum saja guna memuaskan hati masyarakat Indonesia dengan adanya kasus korupsi yang berhasil dibongkar.

Padahal, Yusuf meyakini, masih banyak petinggi negara maupun pengusaha berpengaruh lainnya saat terjadinya skandal Jiwasraya kala itu yang lebih hebat dari Benny Tjokro yang justru tidak dibidik.

Recent Posts

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

1 jam yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi UMKM Aceh Bangkit Pascabencana

MONITOR, Aceh – Ratusan pengusaha UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti workshop pendampingan peningkatan kapasitas…

6 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

21 jam yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

21 jam yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

22 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

24 jam yang lalu