Minggu, 1 Agustus, 2021

Impor Beras Diklaim Jaga Stok Pangan, DPR: Ini Masuk Akal

MONITOR, Jakarta – Wacana impor beras sebanyak 1 juta ton menjadi polemik ditengah masyarakat. meskipun Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menyatakan kebijakan tersebut untuk menjaga stok pangan jelang hari besar keagamaan di dalam negeri.

Terkait hal ini, Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai sikap Pemerintah sejauh ini masuk akal dan benar, sebab dalam UU pangan maupun UU cipta kerja tentang impor pangan masih diperbolehkan guna memenuhi cadangan atau stok pangan nasional.

“Jadi, impor ini diperuntukkan untuk cadangan dan bukan langsung didistribusikan di pasar dan ini untuk menstabilkan harga dan ketersediaan pangan bila sewaktu waktu terjadi devisit pasokan di masyarakat,” kata Firman dalam keterangan persnya.

Menurutnya, ketersediaan pangan ini menjadi hal penting, karena penduduk Indonesia  jumlahnya 270 juta lebih dan harus ada jaminan pangan dan tidak boleh diabaikan.

- Advertisement -

Untuk itu, Legislator dari Fraksi Golkar ini menekankan langkah pemerintah ini penting, karena data stok pangan yang disampaikan Bulog bahwa serapan sampai dengan bulan April adalah masih dalam bentuk harapan panen akan datang dan ini masih belum bisa dipastikan apakah dapat terpenuhi atau tidak.

Terlebih lagi, berdasarkan resume dipaparkan dalam penjelasan rapat dengan Bulog bersama Baleg bahwa stok mereka saat ini sebanyak 883.585 ton  terdiri dari beras CBP 859.877 ton dan beras Kom 23.708 ton merupakan kebutuhan penjualan KPSH bulog.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER