MEGAPOLITAN

Asal-usul Kelompok ‘Hakekok’, Ritual Mandi Bareng di Pandeglang

MONITOR, Jakarta – Video memperlihatkan sejumlah orang mandi bersama tanpa busana di Pandeglang, Banten sangat menggemparkan semua pihak. Ya, rupanya aliran ini mengajak para pengikutnya, pria dan wanita, mandi bersama tanpa busana di sungai untuk menebus dosa.

Terungkapnya aliran tersebut berawal dari laporan salah seorang warga yang merasa resah, sehingga warga memergoki belasan pengikut atau disebut dengan ‘Hakekok Balakasuta‘ tengah mandi telanjang bersama di penampungan air PT GAL, tepat di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten.

Sempat bikin netizen penasaran, ternyata asal-usul aliran ‘Hakekok Balakasuta’ merupakan ajaran turun menurun. Diketahui Pemimpin aliran ‘Hakekok Balakasuta’ berinisal A (52), warga Kampung Polos, Desa Waringin Kurung, Cimanggung, Pandeglang. Ia mengaku, mengetahui aliran tersebut berguru dari kedua orang tuanya secara langsung. Sedangkan kedua orang tua A belajar aliran tersebut dari seseorang berinisial E asal Bogor yang tinggal di Pandeglang.

Ia meyakini bahwa aliran tersebut bisa membersihkan diri dari segala dosa dan menjadikan mereka sebagai orang yang lebih baik.

Ajaran Menyimpang
Menanggapi fenomena tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang menjelaskan bahwa ajaran Hakekok Balakasuta sebagai ajaran yang menyimpang atau sesat karena sudah jauh melenceng dari nilai-nilai agama Islam dan ajaran Rasulullah SAW.

“Jelas itu menyimpang, udah terlalu jauh itu. Ritual seperti itu tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan ajaran Rosulullah,” kata Sekretaris MUI Pandeglang, Abdul Ghaffar,” ungkapnya, berdasarkan keterangannya, Jumat (12/3/2021).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pandeglang, Hamdi menyebut, ajaran tersebut sudah ada sejak lama. Sebelumnya, para pengikut ajaran telah diberi pengarahan agar mau kembali mempelajari agama yang benar. Namun, belakangan ini kembali dengan ajaran serupa tanpa sepengetahuan pihak terkait.

Hingga kini, polisi telah mengamankan 16 warga yang tergabung dalam aliran tersebut, yang meliputi delapan orang laki-laki, lima orang perempuan, dan tiga anak-anak. Mereka diamankan saat warga memergokinya tengah mandi dan bugil bareng di sebuah rawa kolam penampungan air milik perusahaan sawit.

Recent Posts

Dorong Penanganan Karhutla, Prof Rokhmin: Edukasi Rakyat, Hukum Tegas Korporasi Pembakar Hutan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…

8 jam yang lalu

Legislator Kecam Lagu ‘Lalaki Langit’ karena Dinilai Lecehkan Perempuan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul 'Lalaki…

11 jam yang lalu

Puan Hormati Putusan MK Soal Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung Rakyat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal…

11 jam yang lalu

Puan Dorong Penetapan Komisaris BUMN Diambil dari Orang Profesional dan Kompeten

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar penetapan pejabat di lingkup Badan…

11 jam yang lalu

Sambut Kepulangan PPIH Daker Madinah dan Bandara, Wamenhaj Sampaikan Apresiasi atas Suksesnya Haji 2026

MONITOR, Tangerang – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyambut langsung kepulangan…

17 jam yang lalu

Konsolidasi Nasional PSGA 2026: Sahkan 4 Rekomendasi Strategis Kampus Inklusif

MONITOR, Cirebon - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI melalui Subdirektorat Penelitian…

20 jam yang lalu