Luhut Ingin Genjot Industri Kendaraan Berbasis Listrik

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

MONITOR, Jakarta – Dalam setahun lebih masa pandemi, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengamati penggunaan energi ramah lingkungan semakin masif.

Berawal dari situ, Luhut pun meyakini momentum tersebut baik untuk menggenjot perkembangan industri kendaraan berbasis listrik di Indonesia.

Luhut pun menekankan Kementerian Perhubungan dan Perindustrian untuk fokus pada analisis kebijakan model kawasan percontohan KBL BB atau biasa dikenal dengan istilah “sand boxing”.

“Saya ingin kawasan percontohan ini nantinya adalah wilayah terintegrasi yang punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan, seperti di Bali misalnya, namun tidak tertutup kemungkinan kawasan percontohan akan ada di beberapa daerah lain yang memenuhi syarat,” kata Luhut Panjaitan, belum lama ini.

Selain itu untuk mendukung terwujudnya industri yang ramah lingkungan, Luhut menginginkan adanya industri “recycling” baterai kendaraan listrik sehingga proses “recovery” lithium dari daur ulang baterai bekas akan mendorong tumbuhnya industri yang menghasilkan substitusi impor yang akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan belanja dalam negeri dengan semakin bertambahnya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Dengan begitu, kata Luhut, pemanfaatan TKDN dalam pengembangan industri KBL/BB akan terus diomptimalkan, sehingga lebih banyak porsi APBN kita yang bisa dialokasikan untuk TKDN.

“Dengan begitu kita tidak akan lagi bergantung kepada negara lain,” tandasnya.