Aksi Pencurian Viral di Medsos, Warganet: Depok Darurat Maling Motor

MONITOR, Depok – Sebuah rekaman video yang menceritakan peristiwa kehilangan sepeda motor beredar di media sosial dan viral. Video tersebut pun menyedot perhatian warganet.

Video pertama diunggah oleh Akun Instagram depok24jam pada Minggu (28/02/2021) pagi, dan diberi keterangan ‘Depok Darurat Maling Motor (Dari Dulu)’.

Dalam video berdurasi 15 detik tersebut terdengar suara seorang wanita yang menceritakan telah terjadi kehilangan sepeda motor di wilayah Kampung Kekupu, Rangkepan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok.

“Tadi subuh ada motor hilang dua di daerah Kampung Kekupuk, Jalan Caringin RT 6, RW 4. Ada dua warga yang kehilangan motornya tadi pagi,” kata wanita dalam video itu, dikutip MONITOR, Senin (01/03) siang.

Postingan video rekaman yang menceritakan peristiwa pencurian tersebut pun menimbulkan beragam reaksi dari warganet. Diantaranya Akun rachmiln.

Dalam komentarnya, @ rachmiln menyebut peristiwa pencurian sepeda motor kerap terjadi di wilayah Kota Depok. Bahkan, menurutnya, peristiwa pencurian hampir setiap hari terjadi.

“Dh hampir tiap hari kynya maling mtr ya, krng asem,” tulis @ rachmiln di kolom komentar.

Komentar @ rachmiln ditanggapi oleh Akun hunian_elit. Bahkan, tanggapannya mengiakan caption video yang diposting oleh Akun depok24jam.

“DDMMDD (Depok Darurat Maling Motor Dari Dulu),” ungkapnya.

Hal berbeda disampaikan oleh Akun pasai08. Melalui akunnya dia menyebut, bagi warga yang tidak kuat dengan kerasnya kehidupan di Kota Depok, ada baiknya untuk minggat.

“Depok keras kalo gakuat pindah aja gans,” tulis @ pasai08.

“Ini baru depok yg gw kenal. Sarang maling,” timpal Akun joemutalake.

Sebelumnya diberitakan, aksi pencurian sepeda motor dihari yang sama, Minggu (28/03/2021) juga terjadi di wilayah Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Bahkan, peristiwa tersebut sempat terekam kamera pengintai atau CCTV. Video detik-detik pencurian itupun juga diunggah di media sosial Akun Instagram depok24jam.

Dalam video yang berdurasi 58 detik itu, terlihat dua sosok maling mengendap-endap memasuki teras rumah warga untuk melancarkan aksinya.

Satu diantara dua pelaku itupun telah bersiap-siap dengan golok yang diselipkan di pinggang kirinya, untuk mengantisipasi bila aksi mereka kepergok dan ditangkap pemilik rumah.

Aksi para pelaku itu pun terbilang lihai. Dalam hitungan detik sepeda motor yang diparkir di teras dan diberi kunci pengaman ganda, mampu dibawa kabur mereka.

Menanggapi hal tersebut, Komunikolog Sosial dari Universitas Indononesia (UI) Devie Rahmawati mengaku prihatin.

Ia menyebut, dalam mengatasi maraknya aksi curanmor di Kota Depok diperlukan kearifan lokal dan komunikasi antar warga diperkuat.

Namun demikian, Devie tak memungkiri kejahatan di era pandemi Covid-19 memang ditengarai oleh faktor ekonomi.

“Berdasarkan data kepolisian memang aksi kejahatan ditengarai oleh dorongan kebutuhan ekonomi,” kata Devie kepada MONITOR, Senin (01/03).

Untuk itu, Devie mengimbau, agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaannya meski sebagian besar berada di rumah. Namun, hal itu dapat melemahkan pengawasan.

“Jadi, kepedulian di dalam lingkungan untuk saling membantu dan mengawasi, itu menjadi sebuah kebutuhan sosial yang penting untuk digalakkan,” ungkapnya.