Tak Akan Intervensi, Hasto Sebut Nurdin Abdullah Orang Baik

"Nanti kami akan lihat perkembangan. Kita ikuti prosesnya”

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di acara Rapat Kerja Cabang Khusus DPC PDIP Tangsel, Banten, Minggu (23/8/2020). (Dok. DPP PDIP)

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa partainya tetap solid dan mempercayai proses hukum di KPK terkait kasus dugaan suap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah.

Menurut Hasto, PDIP mempercayai sosok Nurdin Abdullah sebagai orang baik, dan takkan melakukan intervensi hukum.

“Nanti kami akan lihat perkembangan, tapi partai tidak melakukan intervensi hukum. Kita ikuti prosesnya. Tetapi karena penilaian masyarakat yang menyampaikan ke saya, banyak yang kaget, sedih karena beliau orang baik,” ungkapnya di sela acara ‘Gowes Bareng PDI Perjuangan’ yang diawali dari Kompleks Monas, Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Hasto mengatakan, dari rekam jejaknya selama ini, Nurdin Abdullah dikenal sebagai orang baik. Bahkan menjadi penerima Bung Hatta Anticorruption Awards, penghargaan sama yang pernah diterima Presiden Jokowi dan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Makanya kami juga sempat kaget. Beliau sendiri (Nurdin Abdullah) sebelum dibawa KPK itu, menghubungi Pak Andi, Ketua DPD (PDIP Sulsel) mengatakan siap bertanggungjawab, baik di dunia, akhirat, maupun juga bagi seluruh masyarakat. Bahwa beliau tidak melakukan hal yang dituduhkan,” katanya.

Tapi apapun itu, Hasto menyatakan bahwa dalam situasi ini, pihaknya mendukung upaya KPK dalam memberantas korupsi.

“Tapi kita tunggu keterangan resmi dari KPK setelah mengadakan pemeriksaan. Partai tidak melakukan intervensi hukum, itu yang penting,” ujarnya.

Ketika ditanya langkah PDIP ke depan, Hasto mengungkapkan bahwa pihaknya akan belajar dari setiap persoalan. Partai berlambang kepala banteng itu juga akan terus memperbaiki diri.

“Karena PDI perjuangan itu partai besar, kami mempunyai 28 juta pemilih lebih, kami punya 1,4 juta pengurus partai yang aktif, sehingga semuanya harus menegakkan disiplin dan tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan,” ungkapnya.