SULAWESI

Konflik Antam di Sultra Bisa Diminimalisir Jika Putra Daerah Jadi Komisaris

MONITOR, Jakarta – Keberadaan PT Antam di daerah seperti di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat setempat. Untuk itu, diperlukan keterlibatan putra daerah untuk membantu perusahaan pelat merah tersebut.

Ketua Bidang Hukum Lembaga Masyarakat Tolaki Sultra, Khalid Usman, mengungkapkan bahwa putra daerah memang perlu diberikan peran atau ruang dalam mengembangkan berbagai sektor usaha Antam. 

“Karena banyak persoalan-persoalan tanah di Sultra sini, di Provinsi Sulawesi Tenggara ini adalah milik Suku Tolaki. Nah itu kan saham 35 persen itu kan harus ada yang mewakili,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).

Sayangnya, Khalid mengatakan, dalam beberapa tahun ini putra daerah tidak dilibatkan dalam pos strategis di Antam. Menurut Khalid, tiga tahun lalu memang ada putra daerah yang ditunjuk menjadi Komisaris Independen untuk ikut mengelola perusahaan itu, tapi di era Menteri BUMN Erick Thohir, keterlibatan putra daerah belum ada.

Saat ini, lanjut Khalid, keinginan Antam melibatkan putra daerah harus kembali hidup. Khalid menyatakan, dirinya adalah salah satu yang dipercaya memakili daerah tersebut. Wakil Ketua Peradi Sultra itu mengaku mendapatkan amanah dari pemerintah provinsi, lembaga adat dan beberapa universitas. 

“Saya yang ditunjuk oleh Sultra untuk diberikan amanah untuk ikut berpartisipasi sebagai Komisaris Independen gitu,” katanya.

Khalid juga mengaku mengetahui ada beberapa perusahaan milik Antam yang memiliki masalah tanah dan kontrak karya dengan masyarakat setempat. Oleh karena itu, menurut Khalid, harus dijaga untuk kepentingan bersama dan kepentingan adat setempat. 

“Kehadiran saya di situ untuk menetralisir konflik-konflik horisontal dengan masyarakat. Insya Allah kalau saya hadir, konflik-konflik itu bisa diminimalisir,” ujarnya.

Recent Posts

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

3 jam yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

6 jam yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

9 jam yang lalu

Alih Generasi dan Tantangan Sensus Pertanian, HKTI Lumajang Dorong Transformasi Smart Farming

MONITOR, Lumajang - Penurunan jumlah usaha pertanian di Kabupaten Lumajang dalam beberapa tahun terakhir menjadi…

11 jam yang lalu

Dokter Lulusan UIN Wajib Jadikan Profesi sebagai Jalan Pengabdian

MONITOR, Ciputat — Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa profesi…

12 jam yang lalu

Kemnaker Mulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, Diikuti 12.128 Peserta

MONITOR, Banten – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun…

1 hari yang lalu