Selasa, 19 Oktober, 2021

Mayjen Cantiasa: Sinergitas TNI-Polri Miliki Nilai Energi yang Luar Biasa

“Sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan kondusifitas di Papua Barat harus senantiasa dipelihara”

MONITOR, Manokwari – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengungkapkan bahwa saat ini TNI-Polri bersama pemerintah daerah (pemda) terus bersinergi dalam penegakan pendisiplinan protokol kesehatan di seluruh wilayah NKRI, termasuk di Provinsi Papua Barat.

Sehingga, menurut Cantiasa, strategi sinergitas TNI-Polri dalam menjaga keutuhan bangsa seperti penanganan Covid-19, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, pembentukan kampung tangguh nusantara, serta operasi-operasi penegakan hukum dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Hal itu disampaikan Cantiasa pada acara Sinergitas TNI-Polri dalam rangka Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19 di wilayah Papua Barat TA 2021 di lapangan upacara Makodam XVIII/Kasuari, Trikora Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/2/2021).

“Sinergitas TNI-Polri memiliki nilai energi yang luar biasa, karena memiliki nilai-nilai energi, kerja sama saling bahu membahu dan adanya kolaborasi yang harmonis, dimana dua kekuatan ini (TNI-Polri) dijadikan satu dalam rangka menghadapi krisis kesehatan yaitu pandemi Covid-19. Diharapkan krisis kesehatan ini segera dan harus dihentikan agar tidak berkembang menjadi krisis ekonomi. Selain itu, sinergi TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan kondusifitas di Papua Barat harus senantiasa dipelihara. Hal ini penting untuk menjamin terlaksananya pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (26/2/2021).

- Advertisement -

Cantiasa menyampaikan, TNI dan Polri mempunyai tugas masing-masing namun di dalamnya ada irisan, ada yang sama. Yakni TNI melaksanakan penegakan kedaulatan NKRI untuk menyelamatkan rakyat, Polri juga memiliki tugas dalam rangka menjaga keamanan dan menyelamatkan masyarakat. 

“Jadi ada irisan-irisan yang sama dalam pelaksanakan tugas kita. Untuk itu, sekali lagi mari kita jaga keamanan dan keselamatan rakyat kita di masa pandemi Covid-19 ini. Jangan malah irisan antara tugas TNI dan Polri yang berada di ‘daerah abu-abu’ ini menjadi permasalahan karena tidak ada yang mau mengambilnya. Oleh karenanya ‘irisan’ tersebut harus kita kerjakan secara bersama-sama dengan bersinergi dalam rangka menyelamatkan masyarakat, khususnya pada penanganan bencana nasional, lebih utama lagi dalam hal pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Cantiasa juga menitipkan harapan kepada seluruh personel TNI dan Polri untuk terus memelihara sinergitas dan soliditas yang sudah terjalin selama ini dan terus aktif mendisiplinkan protokol kesehatan, mendisiplinkan 3M (Mengenakan masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) dan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

Hal itu, menurut Cantiasa, menjadi bagian dari tugas para Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dengan mencari, melihat dan mendekati kemudian mengobati dan mengisolasi. Untuk itulah dibuat ‘Kampung Tangguh’.

TNI-Polri, lanjut Cantiasa, juga harus mendukung pelaksanaan vaksinasi massal di seluruh Indonesia, khususnya wilayah Provinsi Papua Barat, agar dapat memberikan kekebalan dalam tubuh dan tidak terpapar Covid-19.

Cantiasa mengatakan, personel TNI dan Polri harus bisa menjadi teladan dan dapat melaksanakan sosialisasi agar program vaksinasi nasional berhasil. Mereka juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat agar tidak terpengaruh dengan berita-berita hoaks.

“Saya yakin Pemerintah bertanggungjawab atas apa yang dilakukan dan kita sebagai tangan-tangan negara yang hadir di tanah Papua Barat ini harus mengimplementasikan, menjalankan dan harus mampu menyosialisasikannya. Karena permasalahan yang ada di tengah pandemi Covid-19 ini adalah sosialisasi. Masih ada beberapa warga masyarakat kita yang belum mengerti tentang protokol kesehatan dan bagaimana kita harus memutus mata rantai virus Covid-19 ini,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing, mengungkapkan bahwa sinergitas antara TNI-Polri ini adalah hal yang sangat positif sekali. Saat Rapim TNI-Polri baru-baru ini, Panglima TNI dan Kapolri sudah sepakat bahwa Sinergitas TNI-Polri adalah harga mati, tidak ada yang bisa menghalang-halangi Sinergitas TNI-Polri dan hal yang terpenting TNI dan Polri adalah saudara kandung.

“Presiden RI telah melimpahkan dan mempercayakan berbagai penanganan permasalahan bangsa kepada TNI dan Polri. Hal ini sungguh luar biasa. Banyak sekali tugas yang saat ini dijalani institusi TNI dan Polri,” ungkapnya.

Menanggapi penyampaian Pangdam tentang irisan atau bagian yang sama di dalam tugas TNI dan Polri, Tornagogo mengatakan bahwa kita harus selalu mempercayai bahwa keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi dan ketika di masyarakat terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan maka aparat TNI-Polri harus ada di garda terdepan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

”Di dalam setiap perjalanan dan setiap tugas dan tanggung jawab, baik penanganan bencana, berbagai macam hal terkait dengan keselamatan masyarakat yang ada di Indonesia ini, Sinergitas TNI dan Polri selalu terdepan. Selanjutnya yang paling penting adalah disaat menghadapi pandemi Covid-19 ini, salah satu transformasi operasional didalam Sinergitas TNI dan Polri adalah tentang bagaimana mampu menghadapinya dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 yang ada di Indonesia,” ujarnya.

“Jadi saya mengimbau kepada kita semua, baik Prajurit TNI maupun personel Polri agar terus menjaga soliditas dan kekompakkan. Karena tanpa ada kekompakan dan sinergitas, perpecahan akan terjadi di dalam tubuh masyarakat sendiri. Jadi saya imbau mulai dari pangkat yang terendah sampai dengan pangkat yang tertinggi, kita harus punya komitmen yang sama di dalam pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa dan negara khususnya di dalam menjaga keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi di Indonesia ini,” kata Tornagogo.

Usai pengarahan Pangdam XVIII/Kasuari dan Kapolda Papua Barat dilanjutkan dengan pemberangkatan Satgas Penanganan Protokol Kesehatan.

Hadir dalam kegiatan itu, Kasdam XVIII/Kasuari Brigjen TNI Djoko Andoko, para Asisten dan Kabalakdam XVIII/Kasuari, Dandim 1801/BS Manokwari, Kafasharkan TNI AL Manokwari, para PJU Polda Papua Barat, Dansat Brimob Polda Papua Barat, Kadishub Provinsi Papua Barat beserta jajarannya, Kadinkes Provinsi Papua Barat, pejabat Provinsi Papua Barat, para prajurit Kodam XVIII/Kasuari dan personel Polri dari Polda Papua Barat.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER