90 Ahli Waris Covid-19 di Depok Batal Terima Santunan Kematian

Kepala Dinsos Kota Depok, Usman Haliyana. (dok. Boy Rivalino)

MONITOR, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan 90 ahli waris dari korban meninggal karena Covid-19 tidak mendapat santunan.

Kepastian tersebut merujuk pada surat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 yang dikeluarkan pada 18 Februari 2021.

Adapun isi dalam surat tersebut memastikan anggaran tahun 2021 tidak tersedia alokasi santunan kepada korban Covid-19.

“Jadi beberapa waktu lalu kami menerima surat dari Kemensos, santunan akibat positif Covid-19 dibatalkan. Sudah kami sosialisasikan juga kepada lurah dan camat,” kata Kepala Dinsos Kota Depok, Usman Haliyana, Kamis (25/02).

Usman menjelaskan, pembatalan santunan bukan hanya di Kota Depok namun secara nasional. Pihaknya sendiri telah menerima pengajuan santunan kurang lebih 90 berkas.

Bahkan, menurut Usman, beberapa hari sebelum pembatalan keluar, Dinsos Depok masih menerima berkas pengajuan dari warga masyarakat.

“Kami Dinsos Depok hanya mengikuti arahan pusat. Di awal pada Juli 2020, kami hanya menghimpun data. Lalu, penyerahan santunan akan dilakukan langsung oleh Kemensos,” jelas Usman.

Sebelumnya, keluarga dari korban pasien COVID-19 yang meninggal dunia berhak atas uang santunan sejumlah Rp 15 juta berdasarkan Surat Edaran Kementerian Sosial Republik Indonesia Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020.

Yaitu tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19.

Untuk itu Usman berharap, akan ada solusi terbaik bagi semua pihak. Begitu pula dengan para ahli waris yang sudah mengajukan untuk memahami kondisi keuangan negara.

“Semoga Covid-19 segera selesai. Kami juga sudah mulai mensosialisasikan surat terbaru dari Kememsos tersebut kepada camat dan lurah,” pungkasnya