Survei Y-Publica: Elektabilitas Prabowo Subianto Teratas

“Tapi ancaman baru muncul dari Kang Emil yang tengah melaju elektabilitasnya”

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto (dok: Kemhan)

MONITOR, Jakarta – Berdasarkan hasil survei lembaga, Y-Publica, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra yang juga menjabat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di posisi paling atas.

Namun, Prabowo Subianto dibayang-bayangi oleh elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yanh melejit dan menyalip elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Prabowo masih menjadi capres teratas, tapi ancaman baru muncul dari Kang Emil yang tengah melaju elektabilitasnya,” ungkap Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Sementara itu, menurut Rudi, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno juga mengalami penurunan, tapi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengalami kenaikan.

Rudi menyebut, pada survei yang dilakukan pada Maret 2020, Prabowo Subianto jauh memimpin dengan raihan 23,7 persen, kemudian anjlok ke angka 17,3 persen pada Juli 2020 dan 16,5 persen pada Oktober 2020, tapi sekarang naik sedikit menjadi 17,1 persen.

Sedangkan Ridwan Kamil dari hanya 4,9 persen (Maret 2020), melonjak ke 12,1 persen (Juli 2020) dan 11,8 persen (Oktober 2020), kini melaju menjadi 16,7 persen.

Kemudian Ganjar Pranowo dari 8,0 persen (Maret 2020), melesat ke 15,2 persen (Juli 2020) dan 16,1 persen (Oktober 2020), kini stabil di angka 16,3 persen.

Anies Baswedan dari 14,7 persen (Maret 2020) turun ke 9,7 persen (Juli 2020) dan 8,6 persen (Oktober 2020) dan kini tinggal 7,4 persen.

Sandiaga Uno yang juga turun dari 10,3 persen (Maret 2020) ke 8,5 persen (Juli 2020) dan 8,1 persen (Oktober 2020), kini menjadi 7,9 persen, sedikit mengungguli Anies Baswedan.

Menurut Rudi, posisi Prabowo Subianto masih unggul selama setahun terakhir, meskipun Pilpres 2019 telah lama usai.

Rudi menilai, tantangan bagi Prabowo Subianto ada pada dua tokoh berlatar belakang kepala daerah dari provinsi yang sangat padat penduduknya, yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Ibaratnya, jika dikombinasikan sosok Kang Emil (Ridwan Kamil) dan Ganjar, bisa jadi Prabowo akan kesulitan merebut kemenangan seandainya berniat maju lagi berlaga dalam Pilpres 2024,” ujarnya.

Di sisi lain, dua sosok yang dekat dengan Prabowo Subianto, yakni Sandiaga Uno yang merupakan mantan Cawapres dan Anies Baswedan yang sempat digadang-gadang pula, elektabilitasnya terus merosot ke papan tengah.

“Figur baru muncul yaitu Risma dan Erick, dua-duanya kini menjabat menteri,” kata Rudi.

Elektabilitas Risma yang sebelumnya stagnan di kisaran 3 persen, kini bergerak naik menjadi 4,7 persen. Demikian pula dengan Erick, mengalami kenaikan sejak Juli 2020 dengan elektabilitas saat ini sebesar 3,6 persen.

Dengan kenaikan itu pula, Risma dan Erick menggeser Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebesar 3,2 persen dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 2,3 persen.

“Khofifah dan AHY juga dibayangi oleh capres yang diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha (2,0 persen),” ungkap Rudi.

Pada papan bawah, ada nama-nama seperti Menko Polhukam Mahfud MD (1,6 persen), Ketua DPR RI Puan Maharani (1,3 persen), mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti (1,1 persen), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (1,0 persen) dan Kepala Staf Presiden Moeldoko (1,0 persen). Lainnya masih di bawah 1 persen dan sisanya tidak tahu/tidak menjawab (11,5 persen).

Sekadar informasi, survei Y-Publica dilakukan pada 5-15 Februari 2021 kepada 1.200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error sekitar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.