Rabu, 27 Oktober, 2021

Terapkan SPBE, Menpan RB: Inovasi Pemkab Sumedang Sudah Tepat

“Mengubah layanan yang masih bersifat konvensional menjadi layanan digital merupakan suatu keniscayaan”

MONITOR, Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, mengungkapkan bahwa inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sudah sangat tepat.

Hal itu disampaikan Tjahjo saat menghadiri peluncuran program Sumedang Public Service and Digital Explore, Selasa (23/2/2021). Tjahjo pun mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemkab Sumedang tersebut.

“Dengan adanya berbagai pembatasan dalam kegiatan sosial secara fisik saat ini, seperti PPKM skala Mikro, maka inovasi yang dilakukan pada Pemerintah Kabupaten Sumedang sudah tepat. Penggunaan inovasi digital untuk mengubah layanan yang masih bersifat konvensional menjadi layanan digital merupakan suatu keniscayaan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Tjahjo menekankan bahwa pola pelayanan digital yang berpusat kepada pengguna (user-centric) harus terus dilakukan dan tidak berhenti dari layanan digital yang saat ini telah diluncurkan.

- Advertisement -

Namun, menurut Tjahjo, harus dilanjutkan secara menyeluruh, sehingga masyarakat secara mudah memanfaatkan segala layanan yang telah disiapkan oleh Pemkab Sumedang untuk kesejahteraan.

“Kualitas layanan juga harus terus dijaga sesuai standar pelayanan, terus ditingkatkan kualitas layanan digital, melalui penerapan tata kelola pemerintahan berbasis manajemen Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE,” ujarnya.

Pemkab Sumedang terus menggenjot kinerja aparaturnya yang diawali dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Desa, di mana sistem itu merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan.

“SAKIP Desa ini juga dilengkapi dengan instrumen e-SAKIP,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman.

Selain menghadiri peluncuran tersebut, Tjahjo Kumolo juga mengunjungi Desa Sukajaya, yaitu desa di Kecamatan Sumedang Selatan yang menjadi model percontohan Zona Integritas Desa, e-SAKIP Desa dan Penanganan Stunting Berbasis Digital.

Dalam kunjungan tersebut, Tjahjo Kumolo sempat berpidato di depan Kepala Desa Sukajaya dan segenap aparatur desa guna menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo mengenai urgensi percepatan pelayanan publik bagi masyarakat.

“Pak Jokowi ingin bahwa pemerintah mulai pusat sampai terbawah pun cepat melayani masyarakat. Harus banyak mendengar apa yang diinginkan masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya, Tjahjo juga akan meninjau Command Center yang berada di lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang sekaligus meresmikan penggunaannya.

Saat ini, berdasarkan evaluasi reformasi birokrasi 2019, Indeks Reformasi Birokrasi Pemkab Sumedang adalah 60,01 atau predikat B (Baik).

Indeks tersebut berada di atas rata-rata indeks RB kementerian/lembaga yang berada pada 51,08. Hal itu menggambarkan telah banyak pembenahan yang dilakukan Pemkab Sumedang.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER