Panglima TNI: Dengan Prinsip ‘To Win Heart and Mind’, Misi Akan Berjalan dengan Baik

“Karena dapat diterima masyarakat di daerah operasi”

Prajurit TNI yang akan diberangkatkan menjalankan misi perdamaian PBB ke Lebanon sedang apel di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (17/12/2020). (Puspen TNI)

MONITOR, Jakarta – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengungkapkan bahwa tugas misi perdamaian di Kongo bukanlah tugas yang mudah, oleh karena itu bagaimana mempertahankan dan bahkan meningkatkan pencapaian tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Hal itu disampaikan Panglima TNI dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Ganip Warsito, dalam upacara pemberangkatan Satgas MONUSCO TA 2021 di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Panglima TNI menyampaikan bahwa prajurit Indonesia pada misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak hanya dikenal karena profesionalisme dalam melaksanakan tugas, tetapi juga kemampuan mereka untuk memenangkan hati dan pikiran rakyat di tempat mereka ditugaskan.

“Oleh sebab itu, dengan prinsip ‘to win heart and mind’, misi akan berjalan dengan baik dan lancar karena dapat diterima masyarakat di daerah operasi,” ungkapnya.

Panglima TNI meyakini bahwa dengan bekal latihan, keterampilan dan pengetahuan yang telah dimiliki, prajurit satgas akan dapat mengemban tugas tersebut dengan baik.

“Lengkapi lesson learned dari satgas sebelumnya dengan kemampuan taktis di lapangan yang adaptif dan inovatif untuk mencapai keberhasilan tugas. Selain itu unsur komandan harus benar-benar memahami kemampuan dan batas kemampuan, rincian tugas, prosedur standar operasi ataupun aturan pelibatan yang telah ditentukan,” ujarnya.

Sekadar informasi, Satgas Kizi Kontingen Garuda XX-R MONUSCO TA 2021 yang akan menjalankan tugas perdamaian di bawah bendera PBB di Kongo terdiri dari 175 prajurit gabungan TNI AD, TNI AL dan TNI AU.