Prajurit Yonif 642 Tangkap Pengedar Sabu di Perbatasan RI-Malaysia

“Pelaku menggunakan kendaraan minibus KB 1136 DE”

Prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 413 Kostrad berhasil menggagalkan penyelundupan ganja saat melakukan pemeriksaan di Kampung Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Selasa (1/12/2020). (Yonif 413 Kostrad)

MONITOR, Pontianak – Personel Satgas Pamtas Batalion Infantri 642/Kapuas meringkus seorang terduga pelaku pengedar narkoba jenis sabu saat melakukan pemeriksaan rutin di Pos Koki di wilayah perbatasan RI-Malaysia, tepatnya di Kecamatan Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar).

“IMR (34) terduga pelaku pengedar sabu itu terjaring saat personel kami melakukan sweeping di Pos Koki. Pelaku menggunakan kendaraan minibus KB 1136 DE tertangkap tangan membawa satu paket sabu seberat 38,3 gram siap edar,” ungkap Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kps, Letkol Inf Alim Mustofa, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (22/2/2021).

Alim menjelaskan, saat itu kendaraan pelaku dari arah Kecamatan Beduai hendak memasuki Kecamatan Balai Karangan. Sesampainya di Pos Koki yang berada di Pos Dalduk Balai Karangan, Desa Pemodis, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, seperti kendaraan lainnya maka harus diperiksa terlebih dahulu oleh personel yang berjaga.

Namun saat dilakukan pemeriksaan, menurut Alim, ditemukan satu paket narkoba. Atas temuan itu tersangka IMR langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, IMR terbukti membawa satu paket narkotika jenis sabu golongan satu seberat 38,3 gram siap edar,” ujarnya.

Alim juga mengatakan, hasil penyelidikan dan pendalaman oleh Tim Gabungan bahwa pelaku akan membawa barang haram tersebut ke rumah salah satu pengedar yang tinggal di Dusun Balai Karangan IV. Selanjutnya Tim Gabungan melakukan penyergapan dan berhasil mengamankan NS (38) di tempat tinggalnya.

“Keberhasilan penangkapan sampai dengan ke tingkat pengedarnya ini merupakan hasil dari sinergitas kerja sama Satgas Pamtas Yonif 642/Kps, Satgas TNI, Cabjari Entikong, Karantina Entikong dan BNN Kabupaten Sanggau,” katanya.

“Selanjutnya, untuk penyelidikan lebih lanjut, kasus itu dilimpahkan ke Polda Kalbar dan BNN Provinsi Kalbar,” ungkap Alim menambahkan.