Aktivis Lingkungan Harap Gerakan Politik Hijau PDIP Diikuti Partai Lain

“Ini merupakan langkah yang baik bisa dicontoh dengan partai-partai lain”

Ilustrasi foto: Cakada PDIP terima pohon dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputi, (19/2/2020)

MONITOR, Jakarta – Aktivis Lingkungan, Swietenia Puspa Lestari, berharap misi mulia yang dilakukan PDI Perjuangan (PDIP) dapat diikuti oleh partai lain.

Menurut yang akrab disapa Tenia itu, gerakan cinta lingkungan yang diinisiasi PDIP yakni mencanangkan ‘Cinta Ciliwung Bersih’ merupakan kebijakan yang konkret menyelamatkan keberadaan sungai paling vital itu bagi keberlangsungan hidup manusia.

“Tentunya saya sangat senang, dan terima kasih sudah dihadirkan diajak berbicara di sini. Sekali lagi saya merasa, ini merupakan langkah yang baik bisa dicontoh dengan partai-partai lain,” ungkapnya saat hadir pada dialog dengan tema ‘Politik Hijau’ yang diselenggarakan DPP PDIP secara virtual, Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

Tenia yang fokus pada masalah sampah, sebetulnya berharap peran masyarakat yang benar-benar nyata demi menjaga lingkungan. Punya hobi menyelam, awal terjun menjadi aktivis lingkungan, Tenia mendapati banyak sampah yang ternyata dibuang masyarakat ke laut. Ini terjadi karena ketidaktahuan dan minimnya informasi. 

Lewat organsisasi Divers Clean Action, lembaga yang didirikannya, Tenia melakukan pendampingan dan pelatihan hingga kampanye intens supaya masyarakat bisa memilah sendiri sampah rumah, sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Tenia juga memuji langkah kantor pusat PDIP yang meniadakan sampah plastik sekali pakai, seperti kemasan botol air mineral dan menyiapkan tempat isi ulang air minum.

“Mungkin bisa step up yaitu memilah sampah dari rumahnya masing-masing, kantornya masing, sehingga sampahnya bisa dimanfaatkan dan diaur ulang lebih banyak,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, CEO Greenhope Tommy Tjiptadjaja, mengatakan bahwa persoalan lingkungan saat ini bukan hanya pekerjaan rumah yang ditanggung pemerintah semata. 

Soal lingkungan, menurut Tommy, terbukti bukan hanya sekadar membangun kesadaran masyarakat. Justru lewat Greenhope, Tommy bisa membuktikan, sektor lingkungan mampu berkembang jadi unit usaha menguntungkan. 

“Sebenarnya kalau kita bicara lingkungan, kita kan bicara rumah tinggal kita. Kita bicara diri kita, anak cucu kita. Sebenarnya orang-orang harus melihat diri kita, harus mau menjaga lingkungan. Harus mau membuat gimana lingkungan kita lebih baik lagi,” katanya.