Minggu, 25 Juli, 2021

Panglima TNI Sebut Ada ‘Senjata’ Baru yang Bisa Sebabkan Kerusuhan

Menurut Hadi, kerusuhan yang diakibatkan ‘senjata’ itu sudah terjadi di beberapa negara.

MONITOR, Jakarta – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, membuka  Rapat Pimpinan (Rapim) TNI TA 2021 yang diikuti 333 peserta dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (16/2/2021).

Rapim TNI 2021 yang dilaksanakan dengan bertatap muka langsung dan secara virtual dengan peserta di seluruh Indonesia itu mengangkat tema ‘TNI Kuat, Solid, Profesional, Dicintai Rakyat Siap Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Serta Menjaga Persatuan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI’.

Mengawali sambutannya, Hadi menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI dimanapun berada dan bertugas, baik di daerah perbatasan, daerah rawan konflik dan beberapa daerah yang terkena musibah bencana alam, serta garda terdepan dalam memerangi Covid-19.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh prajurit yang ditugaskan di wilayah perbatasan seperti Indonesia-PNG. Wilayah rawan yang saat ini menjadi perhatian kita semua seperti di wilayah Papua, Intan Jaya khususnya adalah di titik-titik komando taktis Sugapa, Hitadipa, Titigi, Mamba dan yang lainnya,” ungkapnya.

- Advertisement -

Hadi mengatakan, beberapa waktu lalu TNI terlibat sangat intens dalam berbagai peristiwa yang menjadi sorotan publik, seperti penanggulangan kelompok bersenjata di Papua, distribusi Vaksin Covid-19, jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ-182, bencana alam gempa bumi di Mamuju Sulawesi Barat, banjir di Kalimantan, tanah longsor di berbagai daerah lainnya.

“Hal ini menunjukkan bahwa seluruh prajurit TNI beserta seluruh alutsistanya siap dan siaga hadir di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, saya apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada prajurit yang rela untuk melaksanakan tugas demi stabilitas keamanan di NKRI,” katanya.

Hadi menuturkan bahwa Rapim TNI 2021 juga membahas beberapa isu strategis yang terjadi saat ini, seperti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang telah melahirkan ‘senjata sosial baru’ yaitu internet, siber dan media sosial (medsos) yang harus menjadi perhatian bersama.

“Kekuatan medsos telah menggulirkan kerusuhan di beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat, Myanmar dan Thailand,” ujarnya.

Menurut Hadi, kekuatan internet dan medsos telah digunakan untuk menyebarkan radikalisme dan terorisme. Dimana dunia maya telah menjadi domain untuk perekrutan generasi radikal dan teroris yang juga memanfaatkan media sosial untuk propaganda-propagandanya.

Hadi menilai, Rapim TNI 2021 merupakan kesempatan untuk melakukan refleksi atas pelaksanaan tugas pokok TNI ke depan. “Dinamika lingkungan strategis harus dihadapi dengan perhitungan yang cermat dan terukur agar dapat menjadi keuntungan bagi kepentingan nasional,” ungkapnya.

Sekadar informasi, pada kesempatan Rapim TNI 2021 hadir pula beberapa narasumber diantaranya Menhan RI Prabowo Subianto, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER