Senin, 20 September, 2021

Upaya Anak Muda Bekasi Peduli Lingkungan dan Masa Depan Bumi

MONITOR, Bekasi – Krisis literasi lingkungan menjadi persoalan yang mendasari fenomena alam yang terjadi belakangan ini. Gambaran Q.S Surah Ar Rum (31): 41 menjadi landasan kuat mengapa bumi tak henti-hentinya dilanda musibah. Maka, upaya menjaga dan merawat alam sekitar harus dilakukan lebih ekstra lagi.

Forum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan PD. Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi dan Alumni Magister Kesehatan Masyarakat pun berinisiatif mengadakan diskusi publik secara online pada Minggu, 14 Februari 2021. Diskusi yang mengangkat tema “Generasi Digital untuk Keseimbangan Bumi di Masa Depan” ini diikuti oleh 110 peserta. Acara ini dipandu oleh Sherly selaku pembawa acara dan dinakhodai M. Jafar Shodiq sebagai ketua pelaksana.

Dalam sambutan pengantar, Ketua PD. Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi Iskandar menyampaikan perlunya sinergitas generasi muda dalam mengedukasi dan mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar yang dimulai dari diri sendiri.

Selanjutnya diskusi dipandu langsung oleh Dian Sukmadeti, kader IMM Kabupaten Bekasi yang menimba ilmu di President University Cikarang. Narasumber pertama adalah H. Buyung Iksal, beliau pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Barat periode 2009-2014. Beliau mengatakan bahwa sekarang ini pertumbuhan penduduk bumi semakin meningkat hingga mencapai 7 (tujuh) milyar jiwa. Hal ini juga diiringi dengan meningkatnya suhu bumi yang diakibatkan oleh pembangunan rumah kaca dan terjadinya pemanasan global yang mengakibatkan berkurangnya sumberdaya alam hingga terjadi krisis pangan.

- Advertisement -

“Tidak hanya itu, peningkatan jumlah penduduk mengakibat peningkatan jumlah sampah yang memicu terjadinya banjir di beberapa daerah. Adapun solusi yang bisa dilakukukan untuk mengatasi persoalan yang diakibatkan kenaikan jumlah penduduk ini yaitu dengan cara pengaturan pembatasan jumlah penduduk, membuat program pembangunan rumah secara vertical, penggunaan teknologi yang ramah lingkungan serta membudayakan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle),” ungkap Buyung Iksal.

Narasumber kedua Ikhwan Ridha Wilti menyampaikan, berdasarkan hasil sensus penduduk 2020 sebagai besar penduduk Indonesia didominasi oleh generasi digital yang memiliki yang memiliki karakteristik ingin melakukan sesuatu secara cepat dan instan.

“Sebagai generasi yang mendominasi dunia saat ini perlunya memiki peranan aktif, apalagi sebagai agent of change untuk menjaga lingkungan dan mitigasi bencana di negara kita yang rentan terhadap resiko bencana,” ujar Ikhwan.

“Adapun yang dapat dilakukan generasi digital dalam menjaga lingkungan dan mitigasi bencana yaitu melakukan pencegahan melalui pendidikan lingkungan hidup, memberikan gagasan dan ide dalam pencegahan bencana serta melakukan gerakan moral kampanye menjaga lingkungan,” sambungnya.

Narasumber selanjutnya, Hidayati, menambahkan berdasarkan data dari BNPB tercatat sebanyak 1.557 bencana yang terjadi di Indonesia yang mengganggu dan mengancam kehidupan dan penghidupan masyarat. Ia menyebut bencana tidak hanya terjadi karena fenomena alam semata tetapi terdapat bencana akibat perbuatan manusia seperti banjir, tanah longsor, pemanasan global dan lain sebagainya.

“Saya mengutip dari kumparan bahwasannya Indonesia menjadi penyumbang sampah terbesar dunia, untuk itu diperlukannya kesadaran masyarakat dalam meluruskan paradigma penanggulangan bencana yang dimulai dari behavior dan kepedulian masing-masing masyarakat itu sendiri terhadap lingkungan. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari solve problem dari bencana yang diakibatkan dari perbuatan masyarakat itu sendiri,” terangnya.

Kegiatan ini kemudian menghasilkan beberapa kesepakatan yang akan ditindaklanjuti dengan gerakan kaum milenial. Hal ini dipertegas oleh Imamul Khairi, selaku penanggungjawab kegiatan, yang menuturkan bahwa dalam gerakan mahasiswa tentunya tidak hanya menyusun wacana yang akhirnya tidak memberi pengaruh apa-apa. Maka kemudian kegiatan ini disusun sedemikian rupa dan akan diaksikan dengan “Gerakan Mahasiswa Peduli Lingkungan”.

“Bahkan beberapa hari yang lalu telah terjun langsung beberapa mahasiswa Muhammadiyah di kabupaten Bekasi yang tergabung dalam MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) untuk mendirikan posko banjir di Muara Gembong sebagai salah satu daerah yang terdampak di kabupaten Bekasi. Kami Bersama tim MDMC juga melakukan evakuasi dan memberikan sedikit bantuan kepada korban,” ujar Imamul Khairi.

Selanjutnya, sesi tukar gagasan bersama para pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam forum. Peserta diskusi terlihat sangat antusias sekali saat menyampaikan gagasannya. Kegiatan ini dimulai pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.

Forum IMM Kabupaten Bekasi dengan Pemuda Muhammadiyah dan AMKM menyebut bahwasannya kedepan akan melakukan agenda bersama terkait edukasi dan aksi penyadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan. Semoga kedepan kegiatan ini juga diwarnai oleh kehadiran pemerintah setempat sebagai suatu langkah kongkrit generasi digital kabupaten Bekasi.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER