Peluang Gibran Ikut Pilgub DKI Terbuka, Pengamat: Dia Punya Modal Besar

Namun demikian, Gibran lebih baik fokus dulu saja mengurus Kota Solo.

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (dok: Liputan6)

MONITOR, Jakarta – Pengamat sosial politik, Fadhli Harahab, menilai peluang Wali Kota Solo terpilih Gibran Rakabuming Raka diboyong ke Jakarta pada Pilkada Serentak 2024 cukup terbuka.

Hal itu dinyatakan Fadhli menanggapi pernyataan Petinggi Partai Demokrat yang menuding bahwa penolakan Presiden Jokowi terhadap RUU Pemilu dan sejumlah partai pendukung pemerintah disinyalir untuk menyiapkan Gibran ikut kontes Pilkada DKI Jakarta. 

“Mungkin-mungkin saja Gibran ikut berkompetisi di Pilkada DKI Jakarta. Kenapa tidak? Toh, dia memiliki modal politik yang besar untuk ikut bertarung,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Minggu (14/2/2021).

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) itu menilai, Gibran berkesempatan merasakan panasnya kompetisi Pilkada DKI Jakarta yang diprediksi berlangsung ketat jika berhadap-hadapan dengan Anies Baswedan sebagai petahana atau Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disebut-sebut dipersiapkan untuk DKI Jakarta. 

Bahkan, Fadhli menganggap, jika sampai Gibran diboyong ke Jakarta, bukan tidak mungkin kehadirannya bisa membuat ketar ketir Anies dan AHY serta para pendukungnya.

“Jika betul terjadi, Pilkada DKI akan lebih panas, ketat dan kompetitif. Tidak menutupkemungkinan juga Gibran akan mengikuti jejak bapaknya, pertama kali merasakan ganasnya pertarungan ibukota, karena ini berbeda dengan di Solo, jadi butuh kerja ekstra keras dan strategi jitu untuk menang,” ujarnya. 

Namun demikian, analis politik UIN Jakarta itu menyarankan agar putra sulung Presiden Jokowi itu tetap fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Solo.

Menurut Fadhli, Gibran harus berhasil menciptakan legacy setidaknya untuk dua tahun sampai Pilkada DKI Jakarta dilaksanakan.

“Naikan prestasi Kota Solo. Tingkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Syukur-syukur lebihi bapaknya, kan begitu harapan masyarakat Solo. Karena proses tidak akan mengkhianati hasil, sehingga peluangnya tentu akan semakin terbuka,” katanya.