Ironi Indonesia sebagai Negara dengan Potensi Ekonomi Maritim Besar

Ilustrasi keindahan laut Indonesia (dok: net)

MONITOR, Bogor – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Rokhmin Dahuri mengatakan
Indonesia belum menempati peringkat teratas dalam daftar negara pengekspor produk perikanan di dunia meskipun potensi ekonomi maritimnya sangat besar.

“China masih menduduki peringkat teratas eksportir, sedangkan Indonesia tetap di peringkat 15. Ini sebenarnya merupakan paradoks,” katanya saat menjadi narasumber “Grand Launching” virtual Portal Serambi Nusantara di Pondok Pesantren Al-Fatah, Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/2/21).

Ketua DPP PDIP Bidang Kelautan dan Perikanan tersebut menerangkan total potensi ekonomi Indonesia di bidang maritim diperkirakan mencapai US $ 1,348 triliun, namun sejauh ini baru mampu meraup kurang dari 11 persen manfaat dari sektor tersebut.

“Potensi sektor maritim nusantara ini lima kali lebih besar dari total nilai APBN 2019 yang hanya sebesar Rp2.400 triliun,” terang Rokhmin yang juga merupakan mantan menteri kelautan dan perikanan itu.

“Total potensi ekonomi kelautan Indonesia yang bisa digali dan dikembangkan ke berbagai bidang juga diproyeksikan menyerap sedikitnya 45 juta tenaga kerja,” tambahnya.

Melihat tingginya nilai sektor ini, Rokhmin kembali mengimbau agar pemangku kepentingan terkait di Tanah Air lebih serius dalam menggali dan mengembangkan ekonomi maritim Tanah Air.

“Indonesia harus bisa mengambil posisi China sebagai eksportir produk perikanan terbesar dunia,” pungkas ketua umum masyarakat akuakultur Indonesia (MAI) itu.