BPBD Papua Minta Masyarakat Siaga Hadapi Banjir dan Longsor

Hal ini sudah diingatkan pemerintah kepada masyarakat sejak akhir 2020 lalu

Pjs Walikota Depok Dedi Supandi bersama Kepala DPUPR Kota Depok Dadan Rustandi melakukan monitoring longsor saluran irigasi di wilayah Pancoran Mas.

MONITOR, Jayapura – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mengingatkan masyarakat untuk siaga akan adanya potensi bencana banjir dan longsor pada Februari 2020.

Kepala BPBD Provinsi Papua, Welliam R. Manderi, mengungkapkan bahwa hal ini sudah diingatkan pemerintah kepada masyarakat sejak akhir 2020 lalu.

“Bahkan Penjabat Sekda Provinsi Papua juga sudah menyurati masing-masing bupati dan wali kota untuk menyiapkan segala sesuatunya terkait dengan ancaman bencana ini,” ungkapnya seperti dikutip dari ANTARA, Jakarta, Senin (8/2/2021).

Menurut Welliam, setiap BPBD kabupaten/kota diharapkan dapat mengingatkan kembali masyarakat untuk mempersiapkan diri dan siaga menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam baik itu longsor, banjir, angin puting beliung hingga gelombang pasang.

“Jika BPBD belum ada atau belum dibentuk, maka pemerintah daerah setempat yang harus bertanggungjawab melakukan persiapan menghadapi bencana,” ujarnya.

Welliam mengatakan, bencana longsor dan banjir ini berpotensi terjadi di seluruh kabupaten serta kota di Provinsi Papua sehingga tindakan siaga harus dilakukan sejak dini.

“Perlu diingat selain peningkatan kewaspadaan bencana alam, masih ada bencana non alam yang dihadapi yakni pandemi Covid-19 sehingga harus lebih bijak dalam bertindak,” katanya.

Welliam menambahkan, masyarakat pasti akan panik dengan adanya kondisi bencana ini, tapi mohon diingat protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan agar tetap dijalankan supaya angka kasus Covid-19 tidak semakin tinggi.