Said Aqil: Posting yang Penting, Jangan yang Penting Posting

“Ranah digital harus menjadi panggung dakwah bil hikmah wal mauidhatil hasanah”

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, dalam perayaan Harlah ke-95 NU yang digelar DPP PDIP secara virtual, Jakarta, Minggu (31/1/2021). (Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, berharap masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial sebagai instrumen merajut silaturahim, menganyam persatuan dan alat menyebarkan kebaikan dengan ilmu dan informasi yang bermanfaat.

“Saring sebelum sharingposting yang penting, jangan yang penting posting. Ranah digital harus menjadi panggung dakwah bil hikmah wal mauidhatil hasanah. Tidak ada artinya konten-konten digital yang diproduksi kecuali dalam rangka mengajak kebaikan dan rekonsiliasi,” ungkapnya dalam pidato peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-95 yang digelar virtual, Jakarta, Minggu (31/1/2021) malam.

Said Aqil mengatakan, bangkitnya gairah terhadap agama harus dikawal dengan ilmu agama yang memadai. Menurut Said Aqil, dakwah harus diorientasikan pada pendalaman ilmiah atau tafaqquh fid dîn.

“Semangat tafaqquh inilah yang dulu mengantarkan Islam di era keemasan sebagai mercusuar ilmu pengetahuan dan teknologi sepanjang abad ke 7-13 Masehi,” katanya.

Sadi Aqil menambahkan, Islam menyumbang dunia dengan bintang-bintang cemerlang bukan hanya dalam ilmu-ilmu agama, tetapi filsafat, kedokteran, kimia, matematika, musik, sejarah dan astronomi.

Sekadar informasi, NU didirikan di Surabaya pada 16 Rajab 1344 H, bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926 M. Berdasarkan ketentuan organisasi, Harlah NU ditetapkan berdasarkan kalender Hijriyah, yang tahun ini bertepatan dengan 28 Februari 2021.

Rangkaian peringatan Harlah NU dimulai pada 31 Januari 2021 dan puncaknya akan digelar pada 16 Rajab 1442/28 Februari 2021 M. Berdasarkan kalender miladiah, NU telah menginjak usia 95 tahun masehi dan usia 98 tahun menurut kalender hijriah.