Sukarela, Masyarakat Lalembu Siapkan Lahan untuk Pembangunan Koramil

“Untuk memaksimalkan program program pemerintah”

Pangdam XIV/Hsn, Mayjen TNI Andi Sumangerukka (pakai selendang merah), peletakkan batu pertama pembangunan Tugu Loreng Garuda di Desa Puunangga, Lalembu, Konawe Selatan, Sultra, Sabtu (30/1/2021). (Penrem 143/HO)

MONITOR, Konawe Selatan – Saat bertemu dengan Pangdam XIV/Hasanuddin (Hsn) Mayjen TNI Andi Sumangerukka, selain meminta didirikan Koramil, Camat Lalembu Abetoambari juga menyampaikan pihaknya secara sukarela akan menghibahkan tanah seluas 1 hektar.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 143/HO, Mayor Arm Sumarsono, mengungkapkan bahwa pertemuan antara Pangdam XIV/Hasanuddin dengan masyarakat Lalembu bertepatan dengan Kunjungan kerja (kunker) di wilayah Korem 143/HO.

Sumarsono juga menyampaikan bahwa Pangdam didampingi Danrem 143/HO Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan dan Dandim 1417/Kendari Kol Kav Agus Waluyo melaksanakan tatap muka dengan masyarakat Lalembu, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan sekaligus peletakkan batu pertama pembangunan Tugu Loreng Garuda di Desa Puunangga.

“Tugu Loreng Garuda akan didirikan di Lalembu karena penduduk disana sangat rukun dan memiliki hubungan yang baik dengan aparat, khususnya dengan anggota Kodim 1417/Kendari,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Sumarsono menjelaskan bahwa Lalembu merupakan kecamatan pemekaran dari Kecamatan Tinanggea pada 2017 lalu. Saat ini keduanya masuk dalam wilayah Kabupaten Konawe Selatan.

Secara sosial, lanjut Sumarsono, Kecamatan Lalembu sangat heterogen. Selain penduduk asli Sulawesi, ada juga dari luar Sulawesi, yaitu penduduk transmigrasi.

“Mereka transmigrasi sejak 39 tahun lalu dan berasal dari Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selama ini, keragaman suku budaya dan agama menjadi perekat kehidupan sosial kemasyarakatan di sana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sumarsono mengatakan, pada saat tatap muka dengan Pangdam Hasanuddin, Camat Lalembu menyampaikan bahwa warga mengharapkan agar di wilayahnya didirikan Koramil serta pihaknya bersedia dan sukarela menghibahkan tanah seluas 1 hektar bagi Kodam.

“Yaitu dalam rangka mendukung pembangunan Koramil di Lalembu,” katanya.

Seperti halnya disampaikan Kapenrem, saat ditemui di tempat setelah acara, Camat Lalembu Abetoambari mengungkapkan bahwa sejak dimekarkan hingga saat ini, Lalembu dalam tahap meneruskan pembangunan.

“Kami mewakili masyarakat Kecamatan Lalembu yang merupakan kecamatan pemekaran mengharapkan kepada Bapak Pangdam XIV/Hasanudin untuk membangun Koramil di Kecamatan Lalembu,” ungkapnya.

“Ini untuk memaksimalkan program program pemerintah dan kami telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Koramil seluas 1 hentar dan kami akan membantu memfasilitasi pembangunan Koramil di Kecamatan Lalembu,” ujar Abetoambari melanjutkan.

Terkait dengan peletakan batu pertama Tugu Loreng Garuda, Abetoambari mengatakan bahwa letaknya di pertigaan dan menghubungkan Kecamatan Tinanggea dan Basala serta Kabupaten Kolaka Timur.

“Untuk jumlah penduduk berjumlah 18.530 jiwa, mayoritas berkebun dan bertani karena sebagian besar merupakan trans dari Jawa, Bali dan Sulawesi,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Pangdam XIV/Hsn Mayjen TNI Andi Sumangerukka dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Kecamatan Lalembu bukanlah tempat baru baginya.

“Ini bukan pertama kali saya datang kesini, sejak saya menjabat Danrem 143/HO dan Kabinda Sultra, sudah sering saya datang ke tempat ini, salam dan hormat saya kepada selurah masyarakat Lalembu,” ungkapnya.

“Mendengarkan penyampaian Ibu Camat betapa gembiranya kita bahwa di daerah ini masyarakatnya beraneka ragam, baik dari Bali, Jawa dan Sulawesi dan Insya Allah saran dan masukan yang diberikan akan ditindaklanjuti dan laporkan, semoga bisa terlaksana,” ujar Andi melanjutkan.

Lebih lanjut, Andi mengatakan bahwa Tugu Loreng Garuda ini merupakan simbol kerajaan dan persatuan yang memberikan kesan bahwa daerah Lalembu ini komunitasnya beragam.

“Semoga dapat memberikan dampak yang positif bagi persatuan dan Kesatuan NKRI. Oleh karena itu, mari kita memelihara tugu ini sekaligus untuk senantiasa menjaga keragaman dan persatuan bangsa Indonesia,” katanya.