Banjir Bandang di Gunung Mas, Bupati Bogor ‘Sentil’ PTPN

"Lahan-lahan di sana kan rata-rata milik PTPN ya“

Bupati Bogor, Ade Yasin saat melakukan Peluncuram Ekspor Buah Manggis ke Tiongkok, Rabu (27/2/2019)

MONITOR, Jakarta – Bupati Bogor, Ade Yasin, meminta PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII mengevalusi kejadian banjir bandang di kawasan Gunung Mas, Puncak.

Sebab, Ade mengungkapkan bahwa lahan-lahan di area tersebut merupakan milik PTPN dan banyak lahannya yang dijadikan hotel atau penginapan.

“Lahan-lahan di sana kan rata-rata milik PTPN ya. Yang punya kewenangan pihak mereka. Jadi kami tidak punya hak untuk persoalan tanahnya. Tapi saya mengimbau tanah-tanah tersebut, kan banyak di KSL (Kerja Sama Lisensi) kan, ya banyak yang dipihak ketigakan untuk tempat-tempat penginapan dan lain-lain. Saya pikir harus dievaluasi ya,” ungkapnya kepada wartawan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/1/2021)

Ade menilai KSL tersebut berdampak pada kerusakan hutan dan alam sehingga dapat menimbulkan bencana longsor dan banjir.

“Ini cukup berbahaya sekali karena melihat kondisi tanahnya semakin hari semakin banyak hujan, semakin rapuh, semakin gembur itu tanah, kemungkinan terjadi longsor itu semakin besar,” ujarnya.

Ade mengatakan, bencana banjir bandang juga baru pertama kalinya terjadi di area tersebut. Oleh karena itu, Ade meminta PTPN agar mengevaluasi KSL di lahan miliknya.

“KSL itu kan antarmereka, kami hanya mengimbau saja. Soal KSL kerja sama dan lainnya itu antarmereka, tidak berkaitan dengan kami. Kami hanya mengimbau. Karena kalau terjadi seperti ini (bencana) dampaknya untuk semua,” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya banjir bandang menerjang permukiman dan area perkebunan teh Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, pada Selasa (19/1/2021) pagi. Hujan deras yang mengguyur wilayah Puncak Bogor sejak menjadi salah satu penyebab banjir bandang tersebut.

Camat Cisarua, Deni Humaedi, mengungkapkan bahwa banjir bandang terjadi pada pukul 09.40 WIB di Kompleks Perkebunan Gunung Mas Blok C, RT 02/02 Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.

“Untuk sementara tidak ada korban jiwa. Warga sekitar lokasi banjir sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman,” ungkapnya.

Informasi dari salah seorang petugas melaporkan banjir bandang juga terjadi di Kampung Rawa Dulang RT 02/03, Desa Tugu Selatan. Dilaporkan sebanyak 134 kepala keluarga dengan 474 jiwa sudah dievakuasi ke masjid.