Pasien Covid-19 Meninggal di Taksi, Kadinkes Depok: Kami Tidak Pernah Tolak!

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Jawa Barat, dr Novarita

MONITOR, Depok – Seorang warga domisili Kota Depok yang diduga terpapar Covid-19, dikabarkan meninggal dunia di taksi online setelah usai ditolak di sejumlah Rumah Sakit (RS).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Depok, dr. Novarita membenarkan kabar yang beredar di media massa tersebut. Menurutnya, informasi bermula dari laporan pihak keluarga yang disampaikan ke LaporCovid19 pada 3 Januari 2020.

“Kami sudah telusuri informasi tersebut, tetapi sampai saat ini belum kami dapatkan,” kata Novarita saat dikonfirmasi MONITOR, Minggu (17/01).

“Sudah kami lacak ke seluruh rumah sakit dan puskesmas (se-Kota Depok), tidak ada yang menolak pasien yang dimaksud,” sambungnya.

Novarita menjelaskan, berdasarkan informasi yang beredar, pasien yang menderita gejala seperti Covid-19 itu, membutuhkan ventilator lantaran mengalami sesak napas.

Namun, lanjut Novarita, rumah sakit yang didatangi oleh pasien tersebut menolak, dikarenakan ruang ICU diakui sudah penuh.

“Pengakuannya kan seperti itu (ICU penuh). Mungkin karena mereka (pasien) melihat ramai, maka dianggap sudah penuh. Pastinya tidak ada (RS maupun puskesmas) penolakan pasien.”

“Kalau saya nilai, informasi itu sebenarnya hanya bentuk peringatan saja untuk semua masyarat bahwa rumah sakit di Indonesia dalam keadaan genting, sehingga dibutuhkan pencegahan, itu yang diutamakan,” ujarnya.

Untuk itu Novarita meminta, agar seluruh masyarakat, tetap dan terus menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Sebab, menurutnya, kunci utama dalam mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan 3M.

“Yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak fisik dan tingkatkan juga imun dan iman,” pungkasnya.