Cari Korban di Reruntuhan RS Mitra Mamuju, Tim SAR Kerahkan Anjing Pelacak

“Siapa tahu masih ada korban di dalam”

Masyarakat sedang berada di lokasi gempa Majene, Sulbar, Jumat (15/1/2021). (Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan Rumah Sakit (RS) Mitra Manakarra di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Pewarta foto ANTARA, Sigid Kurniawan, melaporkan bahwa anjing pelacak dari Unit K-9 SAR Polri diperbantukan dalam upaya untuk menemukan korban gempa di antara puing bangunan rumah sakit.

“Anjing pelacak buat membantu proses evakuasi, pencarian, siapa tahu masih ada korban di dalam,” ungkapnya seperti dikutip dari ANTARA, Jakarta, Minggu (17/1/2021).

Sigid juga melaporkan bahwa tenda-tenda akan didirikan di Stadion Manakarra Mamuju untuk menampung pengungsi yang telah bermalam di luar stadion setelah gempa pada Jumat (15/1/2021).

Pemerintah daerah, menurut Sigid, akan menjadikan kompleks stadion tersebut sebagai pusat pengungsian korban gempa.

“Di sini listrik sudah ada, sudah nyala, sudah ada juga dapur umum dari Kemensos dan lain-lain,” ujarnya.

Korban gempa yang sebelumnya berada di luar stadion selanjutnya bisa menempati tenda-tenda di kompleks stadion yang akan dipasangi sekat guna meminimalkan risiko penularan Covid-19 di kalangan pengungsi.

Saat ini, Tim Taruna Siaga Bencana, personel TNI dan Polri, serta aparat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah turun membantu penanganan dampak gempa di Kabupaten Mamuju.