Akui Covid-19 Berbahaya, Wagub DKI: Kuncinya ada di Masyarakat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

MONITOR, Jakarta – Wakil Gubernur DKI, Ahamad Riza Patria mengakui, kalau kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 kalah cepat dengan penyebaran virus tersebut.

Oleh karenanya, orang nomor dua di Ibukota tersebut, menyatakan, dalam penangan Covid-19 tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah melainkan harus tetap ada keterlibatan masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Terkait penyediaan rumah sakit, tempat tidur, ICU dan segala macam dalam penangan Covid-19 kita siapkan sebaik mungkin, namun demikian sering saya sampaikan tetap betapa hebatnya kami menyiapkan saran dan prasarana, betapa banyaknya aparat yang kita hadirkan betapa beratnya sanksi yang diberikan, itu hanya berkontrubusi sebanyak 20 persen,” ungkapnya.

Sisanya yang 80 persen, tingkat keberhasilannya ada di masyarakat sendiri.

“Kita semua yang harus senantiasa menerapan prokes. Kuncinya di situ kalo tidak kebijakan pemerintah ini kalah cepat dari penyebaran Covid-19,” terangnya.

“Contohnya, sekarang bisa dilihat kapasitas rumah sakit ini tinggi akupansinya. Kita siapkan rumah sakit ICU tempat tidur kan tidak mudah seperti menyiapkan masker. Jadi kontribusi masyarakat sangat penting kalo masyarakat ingin sehat,” sambungnya.

Ketua Partai Gerindra Jakarta ini pun mencoba meyakinkan kalau Covid-19 itu memang benar ada.

“Covid ini ada dan berbahaya jangan menunggu kita terpapar baru sadar, jangan menunggu ada yang meninggal di rumah kita baru sadar, jangan. Jadi sekali lagi warga tak patuh melaksanakan protokol kesehatan, apa itu? 3M atau 4M. Udah gakbada pilihan, kebijakan sudah dibuat, pemerintah selalu merevisi, menyempurnakan berbagai kebijakan sesuai dengan situasi kondisi, tapi semuanya berpulang kepada kita semua warga Jakarta,” pungkasnya.