Relawan Barisan Betawi berharap Jokowi ajukan Gatot Eddy sebagai Kapolri

Wakapolri, Komjen (Pol) Gatot Eddy Pramono (net)

MONITOR, Jakarta – Bursa nama calon Kapolri terus mencuat seiring semakin dekatnya masa pesiun Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis pada Februari 2021 mendatang. Dari sekian nama yang muncul untuk diajukan Presiden Jokowi ke DPR, nama Wakapolri Komjen (Pol) Gatot Eddy Pramono disebut menjadi salah satu kandidat kuat selain nama lain seperti Kabareskrim Komjen (pol) Listyo Sigit Prabowo.

Terkait dengan hal tersebut, Eks Relawan Jokowi dari Barisan Betawi Menangkan 01, Muhidin Muhtar mengingatkan Presiden Jokowi agar memilih Kapolri yang bukan partisan, independen, dan punya perhatian terhadap prinsip-prinsip negara, hukum dan demokrasi.

Bersamaan dengan hal tersebut, Muhidin mengatakan pihaknya berharap Presiden Jokowi mengajukan Gatot Edy Pramono sebagai Kapolri. “Pilihan tersebut akan meninggalkan legacy yang baik dalam upaya memperbaiki hukum dalam sejarah kekuasaannya. Nah sosok itu ada pada Gatot Eddy,” kata Muhidin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Menurut Muhidin, kinerja Gatot sudah teruji dan terbukti berhasil meredam dan mengamankan Jakarta pada masa pemilu dan pasca pemilu yang saat itu penuh dengan ketegangan dan dinamika politik saat menjadi Kapolda Metro Jaya.

“Beliau tidak gemar bicara ke publik, tapi tindakan nyatanya terbukti. Saat menjadi Kapolda Metro Jaya,  beliau rajin bersilaturahmi dengan alim ulama dan habaib termasuk saat menjabat Kapolres Jakarta Selatan,” ungkapnya.

“Dan yang tak kalah penting lagi beliau tidak pernah terseret dalam suatu kasus. Jadi bisa dikatakan rekam jejak beliau bersih,” ungkapnya penuh semangat.

Sebagai informasi, ada lima nama jenderal bintang tiga yang disebut-sebut menjadi kandidat Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis sebagaimana yang diajukan Kompolnas ke istana. Kelima jenderal adalah Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.