Penyelam BSG dan IDRT Evakuasi Korban Sriwijaya Air dari Bawah Air

Sebanyak 40 penyelam dari BSG dan IDRT melakukan aksi evakuasi terhadap korban Sriwijaya Air SJ182/ dok: Hendrata

MONITOR, Jakarta – Proses evakuasi jenazah korban Sriwijaya Air SJ182 dari bawah air akan dimulai Senin pagi ini, 11 Januari 2021. Penyelam diminta tetap menjaga keselamatan dan efek kontaminasi.

Hal itu disampaikan Komandan Kompi Basarnas Special Group (BSG), Charles Batlajary, kepada 40 penyelam dari BSG dan IDRT.

“Keselamatan penyelaman sangat penting, jangan memaksakan diri, terlalu percaya diri atau khawatir dengan tekanan proses evakuasi,” tegasnya dalam briefing sebelum penyelaman.

Setelah melakukan mapping kondisi bawah air di lokasi kejadian, Basarnas memutuskan untuk mengirimkan seluruh penyelam untuk segera memprioritaskan evakuasi jenazah.

Para keluarga sangat menantikan kepastian kondisi para keluarganya. Untuk itu, proses penganganan evakuasi dari bawah air akan diberlakukan dengan respek dan kehormatan pada jenazah.

Reporter Hendrata Yudha yang tergabung dengan penyelam penyelam profesional Indonesian Divers Rescue Team (IDRT) melaporkan, cuaca di lokasi cukup berombak dengan jarak pandang terbatas.

Lokasi jenazah diperkirakan pada kedalaman 20-30 meter di bawah air. Karena sudah memasuki hari ketiga, proses dekomposisi jenazah akan dihadapi para penyelam.

Komandan Regu IDRT Ebram Harimurti meminta kepada para penyelam memperhatikan prosedur evakuasi di bawah air dan tekanan mental menghadapi kondisi jenazah.

“Siapkan mental dengan penuh kerelawanan, agar kita bisa bekerja tanpa beban,” ujarnya.

Para Penyelam berada di kapal Basarnas KN Wisnu, yang disiapkan sebagai pangkalan operasi evakuasi dan pengumpulan korban Sriwijaya Air.