Gawat! Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19 di Depok Nyaris Penuh

Ilustrasi: Gedung RSUD Kota Depok. (Foto: Boy Rivalino)

MONITOR, Depok – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok meminta kepada masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan sebagai pencegahan penyebaran Covid-19. Pasalnya, hingga kini kapasitas perawatan dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di seluruh rumah sakit (RS) hampir penuh.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Depok, Enny Ekasari mengatakan, penanganan rujukan ke rumah sakit dari Puskesmas mengalami hambatan. Hal tersebut lantaran kondisi RS saat ini hampir penuh, sebab sedang menangani pasien yang cukup banyak.

“Perketat protokol kesehatan sebagai pencegahan. Karena saat ini IGD hampir penuh dan susah ditangani,” katanya kepada warrawan, Senin (11/01).

Enny menjelaskan, saat ini masyarakat yang terkena Covid-19 harus sabar menunggu rujukan dari Puskesmas. Selain itu, kata dia, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan baik RS maupun Puskesmas juga mengalami kelelahan yang dapat mengakibatkan turunnya imunitas. Faktor tersebut dapat memicu banyak tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19.

“Jika nakes terinfeksi dan SDM terbatas, otomatis kemampuan melayani juga berkurang dan berdampak bagi pasien,” terangnya.

Untuk itu, Enny mengharapkan, masyarakat dapat terus menjalankan 3M dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Juga tetap berada di rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui, saat ini Kota Depok memiliki 22 RS yang melayani pasien Covid-19. Berdasarkan data pada April 2020, jumlah tempat tidur untuk ICU sebanyak 62 tempat tidur dan 734 tempat tidur untuk ruang perawatan isolasi.

Laporan RS online, sejak November 2020, Bed Occupancy Ratio (BOR) tempat tidur pasien Covid-19 selalu di atas 80 persen baik tempat tidur ICU maupun tempat tidur perawatan isolasi. Sedangkan angka BOR ideal berada dikisaran 50 sampai 70 persen.