PERISTIWA

Cerita Penyelam; Evakuasi Jenazah Korban Sriwijawa Air SJ182

MONITOR, Jakarta – Aparat gabungan dan tim penyelam profesional terus berjibaku mencari dan mengevakuasi serpihan dan korban jatuhnya peswawat Sriwijaya Air SJ182. Ada hal yang selalu dkomandan kepada seluruh tim penyelam saat mengangkat jenazah dari dasar laut, itu adalah doa.

“Kita wajib memperlakukan jenazah dengan layak, mereka adalah saudara kita juga. Kita kirimkan doa terbaik, agar evakuasi lancar dan diberi kemudahan bagi para penyelam,” ujarnya, Komandan Kompi Basarnas Special Group (BSG) Charles Batlajary di atas kapal KN. SAR Wisnu di selatan Pulau Lancang, Kab. Kepualauan Seribu, DKI Jakarta, Senin (11/1).

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi evakuasi oleh junalis Hendrata Yudha yang kebetulan tergabung dalam tim evakuasi di Indonesian Divers Rescue Team (IDRT) bersama penyelam Surya Alamsyah dan Bayu Wardoyo, evakuasi jenazah yang sudah tidak lengkap itu berjalan perlahan-lahan.

Jurnalis sekaligus Penyelam Profesiaonal Hendrata saat berada dilokasi evakuasi korban Sriwijaya Air

Sepanjang daerah yang disisir dengan lebar 4 meter, mereka menemukan banyak jenazah korban. Diperlukan kehati-hatian mengangkatnya karena ada yang tersangkut potongan besi atau terlilit kabel-kabel yang berserakan.

Kondisi bawah air dipenuhi potongan bagian pesawat dalam sebaran luas, bentuknya acak-acakan bahkan ada beberapa bagian logam yang bentukmya seperti kertas diremas.

Di permukaan ombak cukup setinggi satu meter, namun di bawah laut tanpa arus. Jarak pandang juga relatif baik sekitar 3 meter. Walau demikian dari satu titik yang ditentukan, penyelam IDRT dan BSG belum menemukan potongan pesawat yang masih besar dan mudah dikenali.

Dalam penyelaman itu, Surya Alamsyah yang berada disisi kiri Hendrata, tampak tenang membuka kantung jenazah ketika rekannya mengangkat jenazah itu. Penyelaman pada sortie pertama dengan fokus evakuasi korban ini, mengangkat sekitar 3 kantung jenazah.

“Kondisi dasar 18 meter dan berlumpur, satu persatu diambil perlahan agar tidak membuat lumpurnya naik. Ini akan membuat jarak pandang di bawah air makin terbatas,” jelas Bayu Wardoyo.

Selama di dalam air, semua panca indra menjadi sensitif. Perbedaan tekanan air dan adrenalin menjadi satu. Sebuah suara dan gerakan yang tiba-tiba, membuat bulu kuduk berdiri.

Kami tak cemaskan suasana bawah air, karena kami yakin para korban yang kami tolong sepertinya menyungging senyum menyaksikan kerja relawan kemanusian ini. Kami berdoa meminta kekuatan batin, agar dapat menyelesaikan kewajiban ini.

Saya bayangkan, para korban ini dulu adalah manusia yang memiliki perasaan, hati, nyawa dan orang-orang yang dicintainya. Dan mereka mungkin sudah tenang, dapat dikenali dan dievakuasi untuk dimakamkan dengan layak.

Untuk itu, proses penganganan evakuasi dari bawah air diberlakukan dengan respek dan kehormatan pada jenazah.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Laundry melalui Pemetaan Usaha

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman mendorong pengusaha dan…

7 jam yang lalu

Kemenag Rp80,2 Miliar untuk Pulihkan Sarpras 902 Pesantren di Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan bantuan Rp80,215 miliar untuk pemulihan sarana dan prasarana pascabencana…

7 jam yang lalu

Kemenhaj Kawal 282 Jemaah Umrah PT AAT, Keberangkatan Dijadwalkan Bertahap Mulai 15 September

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memperkuat pengawasan dan pelindungan terhadap…

8 jam yang lalu

Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan pekerja untuk memahami hak dan kewajiban serta mencermati isi…

8 jam yang lalu

Menag: MTQ Nasional Punya Makna Sosial dan Kebangsaan yang Sangat Besar

MONITOR, Semarang - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang dibuka oleh Menko Bidang…

10 jam yang lalu

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

2 hari yang lalu